Berita

Lemhasar/Net

Nusantara

Lemhasar Dan Appsindo Siap Sukseskan Program Lumbung Pangan

SENIN, 13 JULI 2020 | 09:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Terkait adanya kebijakan kolosal pemerintah meresmikan "lumbung pangan" di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, maka Lembaga Ketahanan dan Pengembangan Pasar (Lemhasar) menyatakan siap mendukung jalur pemasaran hasil pertanian itu melalui jaringan k.l 14.000 pedagang pasar tradisionil di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo).

Ketua Umum Appsindo Hasan Basri menyatakan kesiapan anggotanya berperan aktif. Atas nama anggota Appsindo, Hasan Basri menyambut gembira keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai "leading sector" program pumbung pangan Indonesia yang ditempatkan di Kalimantan Tengah.

Dan Lemhasar, sebagai lembaga pengkajian yang bertugas mengkaji segenap potensi pedagang pasar agar selalu dapat menyesuaikan diri menjadi bagian tak terpisahkan di dalam dinamika perkonomian nasional.


"Sebagai ujung tombak terdepan perputaran ekonomi bangsa, peran aktif pedagang pasar menjadi mutlak adanya," kata Presiden Lemhasar, Zainal Bintang menjawab pertanyaan media, Senin (13/7).

Saat ini, Lemhasar sedang berkordinasi dengan jaringan pelaksana tehnis dari KPN (Korporasi Petani dan Nelayan) yang akan menjadi pelaksana lapangan program food estate pemerintah. Untuk kepentingan peyebaran distribusi hasil panen secara real time, telah terbentuk 350 KPN di seluruh Indonesia.

Pembentukan 350 jaringan KPN itu didasari Perpres (Peraturan Presiden) No. 18/2020 yang dikeluarkan bulan Februari yang lalu, sebagai wadah berkegiatan bisnis petani dan nelayan.

Melalui jaringan 350 KPN itulah, tugas plaksanaan pengumpulan hasil petani dan nelayan di pusat-pusat produksi (hulu). Lalu mendistribusikannya ke hilir sampai ke pasar-pasar melalui anggota Appsindo agar mudah terjangkau konsumen (end user).

Presiden Jokowi telah memberi tugas kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai leading sector pengembangan food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah.

Hal itu diumumkan Jokowi, Kamis (9/7) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Lumbung padi yang dibangun tahun ini di atas lahan seluas 30 ribu hektar. Dan akan ditambah lagi 148.000 Ha hingga dua tahun kemudian sampai ke Kapuas.

Dalam program ini, Menhan tentu saja didukung Menteri Pertanian dan Menteri PUPR, dengan harapan di daerah ada dukungan dari Gubernur dan Bupati.

Lahan food estate ini akan memasok kebutuhan pangan beras dan lainnya agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga. Apalagi FAO sempat memperingati banyak negara di dunia soal ancaman krisis pangan.

"Kita harapkan dengan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa kita atur kalau memang dalam negeri kekurangan, akan di-supplay dari sini, entah itu bisa padi bisa singkong, jagung, atau bisa cabai," katanya.

Food estate ini targetnya tak hanya memasok kebutuhan dalam negeri tapi bisa untuk keperluan ekspor.

"Semuanya akan di-manage dengan manajemen yang ada, dan kalau sisa itulah yan akan kita ekspor ke negara lain," kata Jokowi.

Sebelum Kabupaten Pulang Pisau, lokasi yang pertama ditinjau Presiden untuk menjadi daerah yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa tersebut terletak di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara tampak menerima pemaparan yang dipandu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk kemudian meninjau lahan-lahan yang akan menjadi lumbung pangan nasional di daerah tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya