Berita

Ketua Umum Partai Golkar (masker hitam) menyerahkan surat keputusan untuk calon kepala daerah/Net

Politik

Airlangga Hartarto: Pilkada Tanpa Mahar Jalan Awal Golkar Menang Pemilu 2024

MINGGU, 12 JULI 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Golkar secara cermat menyiapkan diri untuk meraih kemenangan pada pilkada serentak 2020. Pasalnya, pertarungan pilkada adalah kunci memenangkan pemilu 2024.

Begitu diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara penyerahan surat keputusan DPP Partai Golkar untuk bakal calon kepala daerah pilkada 2020.

“Pra syarat utama untuk menuju kemenangan pileg (pemilihan legislatif) adalah memenangi pilkada,” ujar Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (12/7).


Selain itu, Airlangga menyebutkan, jika pilkada kali ini dilakukan dalam era baru pandemik Covid-19 yang belum mereda.

Secara mekanisme internal Partai Golkar, kata dia, calon kepala daerah yang diusung adalah figur terbaik dan dipastikan juga tanpa mahar politik.

“Golkar menunjuk para calon ini tanpa mahar, karena jika nanti menang maka ini adalah modal untuk pemilu,” ungkapnya.  

Soliditas seluruh kader Partai Golkar harus benar-benar diwujudkan. salah satu caranya, meminta kader partai di DPRD untuk turun mensosialisasikan calon yang diusung.

Selain itu, soliditas dan kekompakan kader untuk memenangkan calon yang diusung partai adalah pertaruhan bersama.

“Target menang adalah 60 persen. Seluruh elemen kekuatan Golkar harus solid, nersatu padu memenangkan calonnya di daerah masing-masing,” tutur Airlangga.

Strategi pemenangan di pilkada 2020, sambung Menko Perekonomian ini, sudah dibahas bersama oleh seluruh kader Partai Golkar. Airlangga berharap strategi tersebut bisa diterapkan untuk memenangkan pilkada nanti.

“Politik itu adalah menang dan kalah, bukan untung dan rugi. Untuk menang banyak hal yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya