Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah/Net

Politik

Penunjukan Prabowo Sebagai Leading Sector Lumbung Pangan Nasional Adalah Keputusan Ngawur

MINGGU, 12 JULI 2020 | 14:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penunjukan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai nakhoda lumbung pangan nasional oleh Presiden Jokowi adalah keputusan yang ngawur.

Tak hanya itu, penunjukan tersebut juga sekaligus merupakan indikasi penanganan tata kelola pemerintahan yang amatiran.

Demikian yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Andi Yusran saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL. Ia berpandangan, seharusnya tugas yang diberikan kepada Prabowo tersebut menjadi ranahnya Kementerian Pertanian di bawah Syahrul Yasin Limpo.


"Dinilai dari sisi manapun penunjukan tersebut tidak dapat dibenarkan. Secara teknis, ini adalah ranah Kementan dan bukannya Kemenhan, maka yang seharusnya menjadi leader adalah Menteri Pertanian," ujarnya pada Minggu (12/7).

Kendati begitu, Andi menyampaikan jika sekiranya program strategis nasional tersebut bersifat lintas kementerian, maka strukturnya seharusnya layak dinakhodai oleh Menteri Koordinator (Menko).

Soal Menko siapa yang layak, kata dia, hal itu tergantung tujuan dari program strategis nasional tersebut. Jika tujuan pengembangan lumbung pangan tersebut dalam kerangka kesejahteraan rakyat dan petani, maka yang relevan menakhodai adalah Menko Kesra.

Kemudian sambung Andi, bila tujuannya untuk memperkuat ketahanan nasional secara umum, maka yang tepat memimpin adalah Menko Polhukam. Dan bila tujuannya memperkuat industri beras nasional, maka Menko Perekonomian yang lebih pantas menjadi leader.

"Jadi posisi Menko yang lebih tepat memimpin kebijakan strategis nasional, yang bersifat lintas departemen. Bukannya Menteri Pertahanan," tegasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya