Berita

Tokoh politik Humphrey Djemat/Ist

Politik

Dapat Informasi, Humprey Djemat Dengar Ada Mahar Rp 500 M Untuk Jadi Menteri

SABTU, 11 JULI 2020 | 22:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menyoal masalah reformasi partai politik tidak terlepas dari peran serta aktor politik, partai, dan praktik politik itu sendiri ke arah cita-cita perjuangan partai politik.

Meskipun jika mengacu pada kondisi partai politik dewasa ini, ujung-ujungnya yang terjadi adalah penyimpangan orientasi politik.

Tokoh politik senior, Humprey Djemat saat memberikan sharing terkait "Reformasi Partai Politik" dalam acara Vox Point Indonesia mengungkap adanya praktik kotor dalam proses politik. Dalam hal ini mengenai adanya mahar politik pemilihan menteri.


"Pernah saya lontarkan mengenai masalah yang berkaitan dengan calon menteri diminta untuk semacam mahar Rp 500 miliar ya, calon menteri itu di luar partai," ungkapnya, Sabtu (11/7).

Humprey menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukan isapan jempol belaka. Sebab, ia mendapatkan informasi tersebut dari salah seorang kerabat yang pernah ditawari 'tiket' Rp 500 miliar untuk jadi menteri.

"Apa yang saya kemukakan itu adalah nyata, bukan ilusi atau fiksi. Karena memang yang mengutarakan, yang menyampaikan itu adalah teman saya, tapi dia tolak," tuturnya.

Kata Humprey, hal semacam ini menjadi contoh realitas yang terjadi di dunia perpolitikan Tanah Air. Contoh tersebut, masih pada level orang nonparpol.

"Kita bisa bayangkan, bagaimana yang terjadi di internal partai itu sendiri?" kata dia.

Lebih lanjut, Humprey menyatakan realitas transaksi money politic ini sudah sangat terang-benderang. Hal itu terjadi tidak hanya di level eksekutif.

"Untuk yang berkaitan dengan legislatif maupun juga Pilkada begitu. Terlalu banyak contoh-contoh yang bisa kita sampaikan sehingga ini sudah menjadi hal yang nyata, data atau menjadi pengetahuan bersama," demikian Humprey.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya