Berita

Peneliti senior Indef Enny Sri Hartati /Repro

Politik

Persoalan Indonesia Bukan Serapan Dana Corona, Tapi Manajemen Birokrasi

SABTU, 11 JULI 2020 | 05:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Joko Widodo di hadapan para Menterinya yang meminta penanganan Cwabah virus corona baru (C0vid-19) harus dilakukan dengan cara extraordinary. Kemarahan Jokowi tidak ada artinya jika persoalan fundamental dan mendasar tidak disentuh.

Demikian yang disampaikan, peneliti senior Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati saat menjadi narasumber dalam diskusi virtual

Menurut Enny pemerintah kurang fokus dalam mengatasi pemulihan ekonomi nasional yang terdampak akibat pandemik virus Corona yang tengah mewabah.


Hal itu lantaran banyaknya wacana yang digaungkan pemerintah namun tidak berjalan secara efektif.

"Kalau kita lihat hari ini, persoalan kita bukan likuiditas. Persoalan hari ini bagaimana kita me-manage tata kerja birokrasi yang efisien. Sehingga penyerapan anggaran bisa optimal," jelasnya pada Jumat (10/7).

Sebelum pandemik melanda, lanjut Enny, negara sudah didera dengan persoalan fiskal. Selain itu dari sektor keuangan pun terhambat karena berbagai macam stimulus yang diberikan tidak efektif.

"Persoalan sekarang daya beli masyarakat terpuruk. Jadi saat ini kita membutuh pemimpin yang strong leader ship untuk do it," tegasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya