Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena/Net

Politik

Secapa TNI AD Jadi Klaster Baru Covid-19, Komisi IX DPR Minta Protokol Dibuat Lebih Detail

JUMAT, 10 JULI 2020 | 11:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kemunculan klaster baru dengan 1.262 kasus positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) Bandung, Jawa Barat, mendapat sorotan berbagai pihak.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, berharap pemberlakuan protokol kesehatan harus betul-betul dilakukan secara ketat. Termasuk, di sekolah-sekolah seperti pesantren, seminari, dan sejenisnya. Sebab, penularan Covid-19 sangat cepat.

"Pemberlakuan protokol kesehatan di sekolah atau pelatihan berasrama seperti pesantren, seminari, atau secapa TNI AD yang sekarang menjadi klaster terbesar harus dilakukan ketat dan disiplin. Potensi penularan satu komunitas sekaligus sangat mungkin terjadi jika salah satu anggota komunitas terkena Covid-19," kata Melkiades Laka Lena dalam keterangannya, Jumat (10/7).


Menurut politikus Golkar ini, lingkungan tertutup dengan interaksi rutin setiap hari seperti sekolah-sekolah tersebut mesti dapat perhatian lebih serius dan ketat dalam penerapan protokol kesehatannya.

"Semua anggota peserta didik dan pendidik, selama 24 jam sehari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan, perlu diantisipasi dengan ekstra ketat," tegasnya.

"Protokol kesehatan harus dibuat lebih detail, jelas, dan konkret. Juga harus diberlakukan jauh lebih ketat dan disiplin," imbuhnya.

Seperti jaga jarak, cuci tangan gunakan sabun, menggunakan masker harus menjadi kebiasaan dalam hidup sehari-hari. Selain itu, pengecekan secara acak dan berkala melalui rapid test atau PCR/TCM rutin dilakukan secara periodik.

"Kami usulkan untuk semua sekolah atau komunitas berasrama secara rutin, seminggu atau dua minggu, dilakukan pengecekan oleh pengelola atau pendidik dibantu oleh Pemda atau gugus tugas sehingga pelajaran kasus secapa TNI AD bisa dihindari di waktu mendatang," ucapnya.

"Pemberlakuan protokol kesehatan juga harus dilakukan dan diawasi lebih ketat oleh pendidik atau pengelola yang disupervisi aparat Pemda dan gugus tugas," demikian Melkiades Laka Lena.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya