Berita

Masjid Istiqlal Jakarta/Net

Muhammad Najib

Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam

JUMAT, 10 JULI 2020 | 09:41 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

"MASJID" berasal dari Bahasa Arab yang secara harfiah berarti tempat bersujud. Istilah lain yang juga berasal dari Bahasa Arab yang substansinya sama adalah "Mushala", yang arti harfiahnya adalah tempat shalat. Di Indonesia tempat shalat yang kecil umumnya disebut "Mushala" dan tempat shalat yang besar disebut "Masjid".

Di zaman Rasulullah Muhammad SAW, masjid sudah menjadi pusat berbagai aktifitas umat Islam pada waktu itu. Selain untuk pelaksanaan ibadah, masjid juga dijadikan tempat untuk melakukan berbagai bentuk aktifitas muamalah.

Sebagai tempat ibadah, selama hidupnya Rasulullah selalu melaksanakan shalat wajib lima waktu secara berjamaah dan menjadi imamnya di masjid di dekat rumahnya di Kota Madinah. Berbagai bentuk aktifitas muamalah yang bersifat sosial seperti pembagian zakat, penyembelihan qurban, pernikahan, dan  sebagainya juga dilaksanakan di masjid.


Rasulullah juga menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan. Beliau mengajar murid-muridnya yang sekaligus juga pengikutnya di masjid. Tradisi seperti ini terus berlanjut sampai sekarang. Di masjid Madinah, sesudah shalat Magrib dan sesudah shalat Subuh, selalu kita temui khalakah-khalakah kecil yang mengkaji Al Qur'an yang dipimpin seorang syeikh atau guru.

Perguruan tinggi di dunia Islam juga pada awalnya menyatu dengan masjid. Universitas Al Qurawiyyin di Maroko dibangun tahun 859 M, yang bertahan dan terus berkembang sampai sekarang.

Universitas Al Azhar awal bahkan berada di dekat Pasar Khankhalili yang merupakan pasar terbesar di pusat kota tua Kairo. Setelah berkembang, perguruan tinggi yang sangat terkenal di dunia Islam sampai sekarang ini, kemudian membangun kampusnya di sejumlah tempat di kota Kairo dan banyak kota di Mesir.

Ketika Rasulullah menjadi kepala negara Madinah, masjid Madinah juga menjadi pusat pemerintahan untuk mengatur negara. Tradisi ini diteruskan oleh   Khalifahu Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali).

Rasulullah juga menggunakan masjid sebagai ruang pertemuan dan tempat untuk memberikan pengarahan, tempat menyelesaikan sengketa atau pengadilan, serta mengatur pertahanan dan keamanan negara. Karena itu pelatihan militer dan pelepasan tentara menuju medan perang juga dilakukan di masjid.

Setelah Bani Umayyah yang dipimpin oleh Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi Khalifah, barulah pusat pemerintahan dipindah dari masjid ke Istana. Muawiyah yang mengendalikan negara dari kota Damaskus, Suriah, tampaknya terinspirasi oleh Bizantium yang menjadi tetangganya. Penguasa Muslim berikutnya sampai sekarang terus mengikuti kebijakan Bani Umayyah yang mengendalikan negara dari Istana.

Di banyak negara muslim, masjid sebagai pusat aktifitas ekonomi terus berkembang sampai sekarang. Hal ini terlihat dari lokasi pasar yang selalu berada di dekat masjid. Bahkan di banyak bagian masjid dijadikan toko dan lokasi untuk berdagang.

Di Indonesia, belakangan ini di sejumlah masjid dijadikan Taman Kanak-kanak. Lapangan di depan masjid yang berada di banyak kota, disamping sering dijadikan tempat ibadah seperti shalat Idhul Fitri dan Idhul Adha, serta tabligh akbar, juga bersinergi dengan tradisi setempat, seperti pasar malam yang merupakan kombinasi dari aktifitas ekonomi musiman dengan berbagai bentuk hiburan rakyat. Lapangan di depan masjid juga sering dijadikan tempat berolahraga dan kegiatan semi militer seperti baris -berbaris dan berbagai bentuk seni bela diri.

Belakangan fungsi masjid seperti di atas hanya tersisa di sejumlah tempat saja, sementara di banyak masjid hanya digunakan untuk shalat saja. Kalaupun ada yang juga memanfaatkannya untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya, seperti kegiatan pendidikan, soalsial, atau ekonomi, jumlahnya sangatlah terbatas.

Hal inilah yang tampaknya mendorong Wakil Presiden KH. Maruf Amin dalam seminar bertajuk: Membangun Peradaban Islam Indonesia Berbasis Masjid, yang mengajak agar masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah saja, akan tetapi perlu diperluas menjadi pusat pengembangan peradaban Islam.

Untuk itu masjid juga harus dijadikan pusat pengembangan pendidikan dan pusat pemberdayaan ekonomi, serta berbagai macam bentuk muamalah yang terkait kegiatan sosial.

Ajakan Wapres ini sejalan dengan uswah (contoh) sekaligus sebagai qudwah (model) fungsi masjid sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, karena itu perlu disambut dan ditindaklanjuti, agar umat Islam bisa bangkit dan kembali mampu memberi konstribusi dalam membangun peradaban.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya