Berita

Kepala Satpol PP Bandung, Taspen/RMOLJabar

Nusantara

Terdorong Urusan Perut, PKL Mulai Hiasi Jalanan Kota Bandung Setelah PSBB Berakhir

KAMIS, 09 JULI 2020 | 12:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seiring berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskalan Besar (PSBB) sekaligus memasuki masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), para Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai terlihat kembali menghiasi jalanan Kota Bandung. Padahal selama PSBB, PKL sudah jarang sekali terlihat.

“PKL yang menghilang selama Covid-19 hampir 95 persen, dari sekitar 24 ribu PKL,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Taspen, di Balai Kota Bandung, Kamis (9/7).

Menurut Taspen, memasuki masa transisi AKB, kini 50 persen PKL sudah kembali menghiasi jalanan Kota Bandung. Mereka terpantau ada di sekitar Jalan Otista, Jalan Dalem Kaum, serta Jalan Jakarta.


“Di Jalan Jakarta yang tadinya tidak ada yang jualan kini mulai berjualan. Dan saya khawatir di daerah Kiara Park juga takut muncul kembali parkir liar,” imbuhnya, dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Kembalinya para PKL, beber Taspen, diduga karena didorong oleh faktor kebutuhan ekonomi. Sehingga para PKL terpaksa kembali menghiasi jalanan Kota Bandung.

“Menurut hemat saya, menyangkut masalah urusan perut. Karena mereka sering bilang, 'Bapak mah enak punya gaji',” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya kini akan mencoba meminta setiap kewilayahan untuk sama-sama menertibkan para PKL. Satpol PP juga terus melakukan pemantauan dan masih melakukan imbauan kepada para PKL untuk tetap mentaati protokol kesehatan.

“Seperti di DU (Jalan Dipatiukur) di malam hari dan kayaknya nggak nerapin protokol kesehatan. Kita berikan imbauan pake masker, jaga jarak, dan lain-lain,” bebernya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya