Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

53 Kasus Tak Dibawa Ke KPK, Pengamat: Makin Menguatkan Erick Thohir Berkepentingan Di Pilpres 2024

KAMIS, 09 JULI 2020 | 07:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak menerima satu kasus pun dari Menteri BUMN Erick Thohir dalam pertemuan Rabu (8/7).

Padahal, Erick Thohir belakangan ini sempat mengklaim menemukan 53 kasus tindak pidana korupsi di tubuh perusahaan plat merah itu.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam mengatakan, seharusnya Erick Thohir tidak hanya koar-koar di media, melainkan langsung segera melaporkan ke aparat penegak hukum, seperti KPK atas temuannya itu.


"Iya mestinya Erick tidak perlu banyak koar-koar di media, laporkan saja ke aparat penegak hukum," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/7).

Karena, kata Saiful, Erick hanya akan terlihat sedang melakukan pencitraan. Bahkan semakin menguatkan bahwa Erick Thohir sedang berkepentingan untuk Pilpres 2024

"Kalau seperti ini, maka publik lebih menilai Erick seperti sedang pencitraan, tidak perlu seperti itu, langsung laporkan saja ke aparat penegak hukum. Sehingga semakin menguatkan Erick Thohir berkepentingan untuk Pilpres 2024," jelas Saiful.

Karena sekali lagi, kata Saiful, terkait dugaan tindak pidana korupsi di tubuh BUMN seharusnya tidak dipublikasikan, melainkan segera dilaporkan ke penegak hukum. Apalagi, Erick juga bisa menghubungi komisaris BUMN untuk bisa menyelesaikan langsung kasus tersebut.

“Kok justru kasus korupsi dijadikan panggung oleh Erick. Lebih baik buktikan saja kinerja BUMN lebih baik dari sebelumnya, tidak perlu publish penegakan hukum, bukan wewenangnya dan cenderung berlebihan," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya