Berita

Menko Polhukam, Mahfud MD (tengah depan) bersama Kopassus TNI/Istimewa

Politik

Mahfud MD: Draf Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sedang Dipelototi

RABU, 08 JULI 2020 | 21:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Saat ini pemerintah tengah mempercepat penyelesaian draf Peraturan Presiden terkait pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme.

Demikian dikatakan Menko Polhukam, Mahfud MD saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (8/7).

Mahfud mengatakan, pemerintah tengah melakukan penyerasian dalam beberapa hal agar dapat diselesaikan secepatnya.


"Itu sekarang sedang disiapkan. Kita harus membuat itu, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa selesai. Sekarang sedang dipelototi untuk diselesaikan secepatnya, karena drafnya sudah ada, tinggal penyerasian beberapa hal agar semua berjalan baik,” kata Mahfud dilansir Kantor Berita RMOLakarta.

Terkait keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme, Mahfud menegaskan sudah sesuai amanat undang-undang dan juga diatur dengan peraturan presiden.

"Dulu memang pikirannya terorisme itu adalah lebih ditekankan sebagai tindak pidana. Tindak pidana itu artinya hukum, maka namanya Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Tetapi ternyata, tindak pidana saja tidak cukup karena ada hal-hal tertentu, di mana TNI harus terlibat di dalam skala tertentu, dalam jenis kesulitan tertentu, dalam situasi tertentu, dan dalam objek tertentu," urai Mahfud.

Selain itu, Mahfud meminta semua pihak agar jangan sekali-kali melakukan demoralisasi terhadap angkatan bersenjata Tanah Air.

"Saya yakin masa depan Indonesia akan menjadi lebih bagus dan labih maju, kita optimis untuk itu. Yang penting kita menjaga kebersatuan dan jangan sekali-kali melakukan demoralisasi terhadap angkatan bersenjata kita, terhadap militer kita, TNI kita, Polri kita, penegak hukum kita, dan semua yang dibangun dalam jaring-jaring pemerintahan kita di Indonesia ini,” sambungnya.

Di sisi lain, Mahfud kagum dengan pasukan khusus yang dimiliki Indonesia ini karena telah mengembangkan kemampuan dan keterampilannya di bidang pertahanan, persenjataan, dan sebagainya untuk menjaga pertahanan Indonesia.

"Saya tadi menulis kesan begini, dulu bangsa Indonesia itu berhasil memerdekakan Indonesia dengan hanya model semangat dan keberanian, tidak punya apa-apa. Sesudah Indonesia merdeka, kita membangun TNI yang ada Kopassus, kita bukan hanya punya keberanian, tetapi juga punya keterampilan dan juga peralatan,” pungkas Mahfud.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya