Berita

Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Tidak Jadi Reshuffle, Pengamat: Masak Hitungan Hari Kinerja Menteri Sudah Membaik?

RABU, 08 JULI 2020 | 11:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ancaman reshuffle kabinet yang digulirkan Presiden Joko Widodo hanya akan berujung gimmick politik apabila tidak lakukan sama sekali.

Pasalnya, kepala negara kadung marah-marah dan merasa kecewa dengan kinerja para menterinya dalam menangani pandemik Covid-19.

"Soal reshuffle atau tidak itu tergantung Jokowi. Karena dia yang punya otoritas. Namun catatan saya, jika tak ada reshuffle, maka rakyat makin tak akan percaya lagi pada Jokowi. Karena sudah marah-marah lalu mengancam reshuffle, dan ternyata reshuffle tak ada," kata pengamat politik, Ujang Komarudin, Rabu (8/7).


Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, jika Jokowi urung melakukan reshuffle kabinet, maka akan ada respon balik dari masyarakat.

"Itu akan ada back fire dari rakyat ke Jokowi. Masak iya, banyak kinerja menteri yang jeblok, tapi tak ada reshuffle," tutur Ujang Komarudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL.

Di sisi lain, Ujang Komarudin juga menilai inkonsistensi dari pihak Istana, terkait ancaman reshuffle kabinet yang keluar dari mulut orang nomor satu di Indonesia. Ini lantaran Mensesneg Pratikno sempat menyatakan tidak ada reshuffle kabinet, karena kinerja menteri dianggap sudah membaik.

"Masak iya, hanya dalam hitungan hari kinerja menteri sudah membaik?" ucap Ujang Komarudin lagi.

Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia mengungkapkan, sebaiknya Istana tidak boleh banyak retorik. Jika akan ada reshuffle segera lakukan.

"Jika tidak, ya tak apa-apa. Toh nanti rakya yang akan menilai pemerintah. Apakah marah-marahnya Jokowi tersebut gimmick dan retorik atau benar? Hanya waktu yang akan bisa menjawab," demikiam Ujang Komarudin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya