Berita

Yudi Latief/Net

Politik

Yudi Latief: Bukan Seberapa Banyak Investasi, Tapi National Identity Yang Kuat Diperlukan Untuk Hadapi Covid-19

RABU, 08 JULI 2020 | 05:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak sedikit negara-negara didunia kelabakan menghadapi pagebluk virus corona baru (Covid-19). Namun, tidak sedikit pula negara yang tergolong cepat dan sukses dalam menghadapi ancaman krisis akibat dampak virus ganas tersebut.

Salah satu faktor mendasar agar dapat bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19 ialah dengan memperkuat national identity suatu negara. Tanpa itu, akan sulit dan melelahkan menghadapi ancaman krisis tersebut.

Demikian disampaikan cendekiawan yang juga aktivis senior, Yudi Latief saat mengisi diskusi daring bertajuk "Pandemi Covid-19 dalam perspektif agama dan kebudayaan" ada Selasa (7/7).


"Negara-negara dengan national identity yang kuat itu mampu mengatasi ancaman krisis secara lebih efektif. Yang national identity-nya sedang rapuh itu sulit biasanya menghadapi ancaman-ancaman Corona seperti ini," ujar Yudi Latief.

"Kita lihat misalnya Jepang dan Jerman udah berkali-kali jatuh, berkali-kali dia hadapi krisis tapi selalu bisa bangkit cepat. Nah kita lihat, kalau negara itu ketahanan budaya dalam hal ini national identity-nya sedang rapuh negara adidaya kaya Amerika saja itu nggak berkutik di hadapan corona ini," imbuhnya.

Yudi Latief menguraikan, meskipun virusnya sama Covid-19 tetapi dampaknya akan berbeda-beda disetiap negara. Sebab, hal ini tergantung bagaimana negara tersebut menyikapi dampak pandemik Covid-19 tersebut.

"Ada negara yang parah banget, ada negara yang cepat recovery. Apa yang membedakan? Coba kita perhatikan jarak dari Wuhan ke negara-negara Asia Timur begitu dekat. Taiwan survive cepat, Korea pulih cepat, Jepang begitu cepat. Sementara berapa ribu mil ke benua Amerika, negara adidaya kayak Amerika itu sangat terhuyung-huyung gitu," tuturnya.

Mengapa yang deket dengan Wuhan beberapa negara bisa cepet recovery, mampu dengan wabah ini. Sementara negara adidaya kayak Amerika terkapar?

"Tentu ada banyak faktor, tapi satu hal yang bisa kita identifikasi bahwa negara-negara dengan ketahanan budaya, dalam hal ini national identity yang kuat itu memiliki kesanggupan untuk menghadapi krisis jauh lebih efektif, ketimbang negara-negara dengan identitas nasionalnya sedang bermasalah," imbuhnya.

Lantas, Yudi Latief mengungkapkan kondisi objektif national identity di Indonesia masih rapuh dan perlu diperkuat. Pasalnya, ini masih berkaitan dengan inkonsistensi pemerintah dan masih menggunakan paradigma klasik dan lebih mengendepankan investasi masuk.

"Jadi Covid-19 ini betul-betul menunjukkan kepada kita sebenarnya apa yang salah di dalam 20 tahun reformasi ini, di mana semua otoritas ambruk dan kita saling menghianati satu sama lainnya. Rasa saling percaya pudar sumpah dan keimanan disalahgunakan, kebaikan-kebaikan dimusuhi, kejahatan diagungkan," ucapnya.

"Saya kira hal-hal seperti ini, modal sosial seperti ini, jauh lebih penting ketimbang berapa banyak investasi yang masuk, berapa banyak modal yang masuk. Modal finansial, modal keterampilan, itu tidak bekerja kalau modal sosialnya tidak kuat," tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya