Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Djoko Tjandra Bebas Keluyuran, Iwan Sumule: Pihak Yang Paling Utama Diperiksa Imigrasi

SELASA, 07 JULI 2020 | 21:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Buronan Kejaksaan Agung, Djoko Tjandra seolah tidak memiliki rasa takut untuk kembali ke tanah air. Dengan leluasa dia mendatangi Kantor Lurah Grogol Selatan, Kebayoran Lama untuk membuat KTP-el.

Tidak hanya itu, seperti layaknya orang tidak bersalah, Djoko Tjandra dan kuasa hukum masuk ke Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasusnya.

Kini publik mendorong agar aparat penegak hukum segera memeriksa dan menahan orang-orang yang diduga tahu dan berperan dalam mendatangkan terpidana kasus cessie Bank Bali itu.


Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule yang biasa lantang menyuarakan setiap kejanggalan dan potensi pelanggaran hukum ikut bersuara.

Jika mayoritas publik meminta agar lurah, kuasa hukum Djoko Tjandra, dan oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai pihak yang harus diperiksa, maka Iwan Sumule berbeda. Dia mendesak agar aparat penegak hukum memeriksa terlebih dahulu para pejabat Imigrasi.

“Paling utama pihak imigrasi,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (7/7).

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Iwan Sumule mengaku teringat dengan kasus politisi PDIP yang kini juga menjadi buron, Harun Masiku. Kala itu, Imigrasi seperti kecolongan saat rekaman CCTV Bandara Soekarno-Hatta yang memperlihatkan mantan caleg dapil I Sumatera Selatan itu beredar.

Hal senada juga terjadi saat Djoko Tjandra tiba di Indonesia. Disebutkan bahwa nama Djoko Tjandra telah dihapus dari sistem perlintasan Imigrasi.

“Waktu kasus Masiku, sistem dibilang rusak. Sementara Djoko Tjandra, namanya dihapus dari sistem. Alhasil, keduanya kini bebas lalu lalang,” tekannya.

Terlepas dari itu, Iwan Sumule mengaku miris dengan pertunjukan Djoko Tjandra bebas keluyuran di negeri ini. Bermula dari 13 Mei 2020, nama Djoko Tjandra dihapus dari sistem perlintasan Imigrasi. Kemudian 8 Juni 2020, Djoko Tjandra lalu lalang mengurus KTP-el.

Puncaknya, Djoko Tjandra leluasa masuk ke PN Jaksel mengajikan permohonan pengajukan PK Nomor 12/Akta.Pid/PK/2020.

“Sangat terencana. Buronan/DPO bisa lalu lalang keluar masuk karena Imigrasi,” sambungnya.

“Dalam 1 hari buronan korupsi bisa lalu lalang ke dua tempat institusi negara. Hancur negara kalau pejabat negara bisa diatur perampok uang negara,” kesal Iwan Sumule.

Dia berharap polisi bisa bergerak cepat mengurai kasus ini. Caranya dengan mulai mengorek pengakuan lawyer Djoko Tjandra dan Lurah Grogol Selatan yang bertemu langsung dengan sang buron.

“Polisi bisa langsung menangkap mereka karena tidak melaporkan keberadaan terpidana korupsi itu,” tegasnya.

Kepada sang lawyer Djoko Tjandra, Iwan Sumule mengingatkan bahwa yang bersangkutan bisa diduga melakukan obstruction of justice.

“Obstruction of justice pernah dilakukan pengacara Setia Novanto, Frederich Yunadi,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya