Berita

Pengungsi perahu/Net

Nusantara

Pengungsi Perahu Di Aceh Bukan Dari Wilayah Rakhine

SELASA, 07 JULI 2020 | 01:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gelombang pengungsi perahu yang masuk ke wilayah Indonesia di Aceh dipastikan bukan dari Rakhine, Myanmar.

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Iza Fadri, menyebutkan kabar tersebut dia pastikan dari otoritas Myanmar yang menyebut tidak ada orang Rohingya yang mengungsi ke luar negeri.

“Setelah kami cek, usai mendapat kabar tentang keberadaan orang Rohingnya di Aceh, otoritas Myanmar memastikan tidak ada orang Rohingya yang mengungsi ke luar negara itu. Kemungkinan besar mereka datang dari Cox’s Bazar, Bangladesh,” kata Iza dilansir dari Kantor Berita RMOLAceh, Senin, (6/7).


Menurut Iza, kondisi ini didorong oleh keinginan orang Rohingya yang menetap di kawasan itu untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Menurut dia, kamp-kamp di pengungsian Cox’s Bazar terlalu padat. Saat ini, kata Iza, kawasan itu dihuni oleh hampir 1 juta orang. Mereka yang mencari kehidupan lebih baik akan mencoba keluar dari negara itu.

Myanmar mengategorikan warga Rohingya ke dalam dua golongan. Pertama adalah Rohingya yang datang bersama pasukan Inggris saat kerajaan itu menjajah Myanmar. Golongan pertama ini membaur lama dengan masyarakat Myanmar. Mereka, kata Iza, juga fasih berbahasa Myanmar.

Golongan kedua adalah para pengungsi musiman yang masuk memanfaatkan celah di perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar yang mencapai 196 mil atau sekitar 312 kilometer. Mereka, kata Iza, tidak bisa berbahasa Myanmar. Golongan kedua ini, kini, menempati kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Iza mengatakan permasalahan ini adalah cerita berulang. Tahun 70-an, sekitar 200 ribu pendatang didorong balik ke Bangladesh. Hal sama juga berulang pada 90-an.

Terakhir adalah di era 2000-an. Melihat sejarah itu, kata Iza, sebenarnya tidak ada sentimen agama. Namun karena perkembangan politik di Bangladesh, hal ini dianggap sebagai permasalahan agama.

Menurutnya, saat ini terjadi konflik antara etnik Arakan dan tentara Myanmar di Rakhine. Penduduk Arakan, kata dia, menuntut otonomi lebih luas. Mereka melakukan ini dengan mengangkat senjata. Jumlah tentara perlawanan mengutip keterangan dari otoritas militer Myanmar, mencapai 20 ribu tentara.

Hal ini, kata Iza, mendorong rezim di Myanmar mematikan jaringan internet. Beberapa hari lalu, kata dia, pemerintah juga menutup kota-kota tertentu di provinsi itu. Akibatnya, masyarakat memilih mengungsi untuk menghindari pertempuran akibat operasi militer yang dilakukan militer Myanmar.

Sambungnya, seharusnya pengungsi Rohingya ini ditampung oleh negara-negara yang lebih makmur. Namun dalam perjalanan ke negara itu, kapal mereka didorong menjauh oleh otoritas negara tujuan dan terdampar di perairan Indonesia.

Iza memahami keinginan masyarakat yang ingin membantu para pengungsi. Hal ini, kata dia, adalah naluri kemanusiaan. Namun hendaknya pertolongan itu disesuaikan dengan kemampuan daerah, terutama di tengah pandemi corona.

“Ibarat rumah tangga, kita saat ini sedang susah. Tentu kita harus mengukur kemampuan diri saat ingin menolong orang lain,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya