Berita

Komunitas punk Salatiga menggelar baksos untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemik Covid-19/RMOLJateng

Nusantara

Bermodalkan Uang Hasil Ngamen, Komunitas Punk Buktikan Diri Mampu Berkontribusi Positif Terhadap Masyarakat

SENIN, 06 JULI 2020 | 10:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bagi sebagian orang, kelompok anak-anak punk yang punya dandanan khas ini kerap dipandang sebelah mata. Mereka yang banyak hidup di jalanan ini juga dinilai tak punya kepedulian terhadap sesama. Faktanya, tidaklah sama dengan dugaan masyarakat selama ini.

"Terkadang kami hanya dipandang sebelah mata, karena baju compang camping nan lusuh yang kami kenakan. Lengkap tato hampir di sekujur tubuh serta rambut warna warni 'menohok' menjadi alasan sebagian orang memandang kami dengan nyinyir. Tapi kami juga punya hati, ingin berbagi dengan sesama yang membutuhkan," ungkap Ambon (30) asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) seorang tunawisma yang tergabung dalam komunitas punk Salatiga, saat kegiatan berbagi Pasar Gratis Rakyat Buat Rakyat, di sepanjang Selasar Kartini, Minggu (5/7) petang.

Ya, Ambon dan belasan rekannya sesama anak punk yang biasa mangkal di perempatan lampu merah Jetis, Salatiga, mengisahkan ihwal kegiatan bakti sosial (baksos) yang mereka gagas.


Tak tanggung-tanggung, sebanyak 150 dus nasi kuning, puluhan pakaian pantas pakai, sepatu yang masih layak, dan kebutuhan nonsembako lainnya nyaris ludes dalam baksos kali ini.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, dengan bermodalkan uang Rp 700 ribu hasil dari mengamen yang dikumpulkan ke dalam botol, Ambon dan kawan-kawanya sepakat menjadikan "receh" tersebut sebuah hal yang berarti.

"Sampai akhirnya kami sepakati uang hasil mengamen dibelanjakan untuk kebutuhan nasi kuning total ada 150 pak nasi bungkus. Sisanya, kami belanjakan pakaian pantas pakai yang kemudian kami laundry dan kami bagikan ke warga membutuhkan," papar bapak satu anak ini.

Meski kegiatan sosial ini bukanlah yang pertama dilakukan komunitas punk Salatiga, Ambon dan kawan-kawanya tak akan berhenti berbagi untuk sesama.

"Inilah cara kami berbagi untuk sesama yang membutuhkan. Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kami komunitas punk juga bisa berbuat positif dan berguna, minimal bagi lingkungan sekitar kami," ucap Ambon.

Rencananya, sisa dari donasi yang masih ada, diantaranya pakaian laik pakai, akan diberikan kepada komunitas pemulung yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Salatiga.

Karena pakaian yang nyentrik serba hitam, aksi sosial ini justru menarik perhatian masyarakat yang melintas. Semua barang yang didonasikan diserbu masyarakat membutuhkan tanpa ada sekat.

"Salut. Di saat mereka pun sebenarnya butuh bantuan, ternyata anak-anak punk ini masih sempat memikirkan masyarakat yang lebih susah dari mereka. Ini sindiran bagi warga dari kalangan mampu tapi hanya memamerkannya saja," ujar Fanny, warga Salatiga yang sedikit banyak mengetahui seluk beluk kemunitas punk Salatiga.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya