Berita

Sejumlah perwakilan ojol Tangerang mengadu kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar/RMOLBanten

Nusantara

Berharap Dapat Kelonggaran Untuk Bawa Penumpang, Ojol Tangerang Curhat Ke Bupati

MINGGU, 05 JULI 2020 | 04:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Larangan membawa penumpang selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dikeluhkan para pengemudi ojek online (ojol). Mereka berharap bisa diberi kelonggaran kembali membawa penumpang agar penghasilan tak terus menurun.

Untuk itu, sejumlah perwakilan pengemudi ojek online di Tangerang curhat ke Bupati Tangerang tentang kondisi yang terjadi sebagai dampak Covid-19 saat ini.
 
"Saat ini ojek online di Tangerang Raya kesulitan mengais rejeki lantaran adanya pembatasan untuk dilarang mengangkut penumpang selama PSBB," kata perwakilan ojol Tangerang, Indrajit, Sabtu (4/7).


Pengemudi ojol berharap Pemkab Tangerang bisa mengakomodir keinginan mitra ojol untuk kembali mengangkut penumpang.

"Kita inginnya dalam perpanjangan PSBB ini bisa mengangkut penumpang," ucapnya, dilansir Kantor Berita RMOLBanten.

Atas permintaan tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyarankan, pengemudi ojol melakukan simulasi mengangkut penumpang terlebih dahulu.

Apabila sudah dilakukan simulasi dan ada kajian medisnya, Pemkab Tangerang akan dorong ke Gubernur Banten agar bisa beri kelonggaran kepada ojol untuk bisa menarik penumpang.

"Saya harapkan nanti akan diadakan simulasi dan akan mengundang perusahaan ojek online tersebut karena ini adalah sebagian besar tanggung jawab semua," terangnya.

Tambah Bupati, pihaknya akan segera mengundang mitra dan mengundang dari aplikator ojol untuk melakukan simulasi bersama.

"Kita juga prihatin dengan kondisi saat ini. Pemkab Tangerang terus menekan penyebaran covid-19 di masyarakat," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya