Berita

I.J. Kasimo/Net

Publika

Kejatuhan Sukarno Dipelopori I.J Kasimo, Jokowi Dan Mega Dendam Ideologis Terhadap Orang Katolik?

SABTU, 04 JULI 2020 | 13:28 WIB | OLEH: NATALIUS PIGAI

PADA 21 Februari 1957, Sukarno memanggil semua pimpinan partai politik ke Istana. Sukarno melontarkan gagasan yang kemudian dikenal "empat kaki": PNI, Masjumi, NU, dan PKI. Cikal bakal Nasakom.

Masjumi dan Partai Katolik dengan tegas menyatakan penolakan. Sukarno tersingung dan I.J Kasimo mundur. I.J Kasimo adalah motor utama jatuhkan Sukarno.

Tahun 1965 di Floress, ribuan pengikut komunis dibantai, gereja Katolik diam seolah-olah membiarkan pembantian terhadap pengikut PKI oleh para algojo.


Tidak ada tempat bagi orang Katolik di Jokowi dan PDIP. Jika mereka pengikut Tri Sila, Eka Sila dan anti individualisme maka itu filosofi dasar komunis. Dan mereka mungkin dendam. ‬

Tahun 1991 LB Mardani yang beragama Katolik jaga Ibu Mega di tengah tekanan Orde Baru, 1998 LB Mardani di balik kejatuhan Suharto, Ibu Mega menjadi Presiden tahun 2001, Yacob Nuwa Wea menjadi menteri karena dia main keras, menggerakan buruh tekan Ibu Mega.

Pada tahun 2014, PDIP berkuasa orang Katolik tidak dipakai, Jonan menjadi menteri karena diduga dukungan asing (pengusaha berbasis di Singapura) dan tuntutan rakyat karena sukses membenahi kereta api.

Pada tahun 2019, Johnny G. Plate jadi menteri karena Surya Paloh, Nasdem.

Hari ini orang NTT disingkirkan dari pengurus DPP PDIP, sama sekali tidak seorang pun masuk di struktur inti partai.

Hasto hanya simbol tipu muslihat PDIP tapi Jokowi dan Mega tidak akan beri Hato jadi jabatan menteri. Andreas Hugo Pareira jadi dubes saja sulit, padahal dulu ketua departemen luar negeri PDIP partai berkuasa.

Hari ini dari 2.200 jabatan yang bisa ditunjuk Jokowi, namun orang Katolik kurang lebih 2 atau 3 komisaris saja, itupun karena usaha dan kerja keras mereka.

Tokoh Katolik yang hebat hari ini Frans Lebu Raya, mantan Gubernur NTT dua periode mengangur, diabaikan di struktur PDIP, menteri atau dubes saja sulit. Cornelis, gubernur Kalbar jika tidak menjadi anggota DPR RI sudah yakin diacuhkan.

Sepertinya bagi PDIP, Mega dan Jokowi adalah persoalan prinsipil yang mengganjal yaitu mungkinkah soal "ideologi"?

Orang Katolik dan minoritas jangan selalu girang dan GR karena PDIP dukung kepala daerah atau anggota legislatif dari Katolik karena bagi partai itu biasa untuk mencari dukungan massa (vote getters). Lihat saja ukuranya itu adalah berapa jabatan yang dia kasih melalui penunjukkan.

Catatan ini bukan soal jabatan tetapi persoalan ideologis, prinsip dasar bernegara Pancasila dan ideologi yang dijiwai oleh sprit sosialisme, leninisme, komunisme dan marxisme, Eka Sila, Tri Sila dan anti individualisme atau anti penghargaan terhadap kreatifitas manusia.

Kesimpulannya, sepanjang PDIP, Jokowi, Mega masih memilih visi, misi sosio demokrasi, ketuhanan yang berkebudayaan mungkin "Gujarat" (sansekerta) hinduisme Jawa, Tri Sila, Eka Sila dan mematikan individualisme (membunuh kreatifitas individu), maka jangan pernah mimpi PDIP jadi rumah bagi Katolik dan kaum minoritas.

Natalius Pigai
Aktivis (PMKRI) Kelompok Cipayung, dan pernah aktif pergerakan dan diskusi di PRD tahun 1997-1999.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya