Berita

(kiri-kanan) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Repro

Politik

Punya Gebrakan Dan Bekerja Dalam Senyap, Prabowo-Basuki-Erick Pantas Dipertahankan

SABTU, 04 JULI 2020 | 02:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hingga kini, parameter menteri yang akan dirombak seiring dengan isu reshuffle masih ada di kepala Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, ada tiga nama menteri yang bisa dilihat publik layak dipertahankan, yakni Menhan Prabowo Subianto, Menteri BUMN, Erick Thohir, serta Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

"Nama-nama itu bisa jadi ada dalam persepsi Jokowi. Nama-nama itu bisa jadi yang dipercaya Jokowi sebagai menteri dengan kinerja baik," kata Pangi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7).


Ia mengatakan, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Yang terpenting saat ini, kinerja menteri bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dia pun memandang menteri seperti Basuki atau Erick Thohir adalah sosok yang gebrakannya paling terasa.

"Nama-nama seperti Erick Thohir misalnya, bagus karena gebrakannya terasa dan kinerja yang diketahui publik. Namun lagi-lagi ada pula menteri lain yang mungkin tak populer tapi juga punya kinerja yang baik. Ada menteri yang gayanya bekerja dalam senyap," urai Pangi.

"Jadi bukan sekadar populer, tapi parameter kinerjanya benar-benar dirasakan publik," sambungnya.

Kendati demikian, Pangi menegaskan bahwa reshuffle adalah perkara mudah bagi Presiden Jokowi. Sebagai kepala pemerintahan di periode terakhir, Jokowi mestinya tak punya beban untuk membongkar pasang kabinet.

"Yang jelas parameternya adalah kinerja, bukan letupan politik," demikian Pangi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya