Berita

Foto penampakan lokasi rapid test berjejer dengan tulisan harga promo/Net

Politik

Ada 'Rapid Test Harga Promo', Alvin Lie: Indikasi Uji Covid-19 Jadi Komoditas Bisnis

KAMIS, 02 JULI 2020 | 04:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dugaan tes untuk mengetahui positif tidaknya masyarakat terhadap virus corona baru (Covid-19) sebagai komoditas bisnis makin menyeruak.

Seperti yang disampaikan anggota Ombudsman RI, Alvin Lie yang mencium dugaan tes Covid-19 berubah sebagai ladang bisnis.

"Satu lagi indikasi bahwa uji Covid-19 sudah jadi komoditas bisnis. Drive Thru, Rapid Test, Harga Promo terlihat di kawasan Bandara Soekarno-Hatta siang tadi, Rabu 01 Juli 2020," demikian tulisan Alvin Lie di akun Twitternya, Rabu (1/7).


Dalam unggahannya, ia menyertakan potret penampakan lokasi gedung rapid test yang disebut berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dalam foto tersebut, terlihat lokasi rapid test dengan bertuliskan 'harga promo'.

Alvin yang juga merupakan pemerhati penerbangan ini diketahui menjadi salah satu tokoh yang vokal terhadap kebijakan pemerintah yang mensyaratkan dokumen kesehatan baik tes cepat (rapid test) maupun swab test kepada warga yang hendak berpergian.

Sebelumnya, ia juga menyoroti tarif rapid test yang diberlakukan beberapa maskapai penerbangan. Seperti pada maskapai Lion Air yang mematok tarif penumpang untuk menjalani tes sebesar Rp 95 ribu, serta Citilink yang menggratiskan biaya tes dengan syarat membeli tiket.

"95K vs Gratis. Perang dagang dimulai," ujarnya.

Alvin sendiri menilai syarat melampirkan dokumen kesehatan tes Covid-19 tak berdampak signifikan bila tujuannya untuk memberi rasa aman bagi masyarakat dalam bepergian.

“Saya melihat tidak terlalu ada manfaatnya, Indonesia memberlakukan tes untuk orang yang bepergian. Kita lihat negara mana yang mensyaratkan? Rapid test disamakan 14 hari dengan PCR. Rapid test tidak menjamin kalau seseorang tidak terinfeksi, selalu ada disclaimer,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya