Berita

Balai Kota Medan/Net

Publika

Medan, Kota Yang Kehilangan Identitas

Menyambut Ulang Tahun Ke-430 Kota Medan)
RABU, 01 JULI 2020 | 12:51 WIB | OLEH: ABDULLAH RASYID

BULAN lalu, saya dan beberapa teman berkesempatan ‘pulang’ ke Medan. Aktivitas rutin selain tugas bisnis, tentu kembali keliling Medan menikmati Wisata Kuliner yang tidak boleh ditinggalkan. Karena di Medan cuma ada 2 (dua) jenis makanan saja: 1. Enak, 2. Enak Kali.

Ada yang cukup memprihatinkan ketika berkeliling Kota Medan. Kami mendapati satu persatu Bangunan dan Situs khas Kota Medan mulai dihilangkan, dirobohkan, diganti, atau bahkan dihancurkan...

Gedung-gedung kuno di Daerah Kesawan, mulai berganti ruko-ruko. Gedung Balai Kota yang terlihat kental arsitektur Eropa dan menjadi kebanggaan Kota Medan juga sekarang sekadar menjadi Fasad Hotel Aston.


Villa Kembar peninggalan Belanda di Jalan Pangeran Diponegoro pun kini hilang dan menjelma menjadi Hotel Adimulia. Dan yang cukup memprihatinkan di dekat Bangunan Khas Kota Medan yang dulu dikenal sebagai Titi Gantung, berdiri megah sebuah Vihara.

Dibangunnya gedung modern sebagai bukti kehilangan identitas, entah mall atau hotel berbintang.

Medan memiliki kenangan indah mengenai ruang terbuka hijau. Di kota ini, hingga pertengahan tahun 1990-an masih mudah menemukan ruang terbuka hijau.

Taman-taman kota masih menguasai areal perkotaan, sebelum akhirnya hari ini taman-taman itu berganti dengan bangunan. Bahkan Lapangan Merdeka salah satu ruang publik yang tersisa pun kini disewakan dan digunakan untuk tempat usaha. Kesannya pemerintah memang senang merobohkan dan mengganti dengan yang baru.

Dari pendekatan kultural, jiwa kota ini sudah dihilangkan... sok modern, sok gaul, dan sok maju..

Dari pendekatan sejarah, menghilangkan bukti-bukti sejarah dan sudah menabrak peraturan cagar budaya...

Dari pendekatan tata kota dan estetika, sudah tidak jelas arah hendak kemana biduk kemudi diarahkan...

Ingatan kolektif telah diputuskan... nurani telah dicampakkan...

Lihatlah kota-kota besar dunia.... di Eropa misalnya gedung lama tidak dibongkar bahkan dirawat.... Gedung modern dibangun bukan menumpuk di kota tapi bergeser ke pinggir kota... Ekonomi berputar... khas kota tetap terawat...

Selamat datang generasi baru... generasi baru Medan, generasi tanpa identitas...

Abdullah Rasyid

Direktur Sabang Merauke Institute

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya