Berita

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Arman Depari/RMOLSumut

Nusantara

Sumut Peringkat 1 Penyalahgunaan Narkoba, BNN: Ini Catatan Untuk Semua

SENIN, 29 JUNI 2020 | 15:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara semakin mengkhawatirkan. Sebab, Sumatera Utara kini tercatat sebagai provinsi dengan angka penyalahgunaan narkoba tertinggi se-Indonesia.

“Saat ini Sumatera Utara peringkat satu penyalahgunaan narkoba se-Indonesia,” beber Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Arman Depari, saat memaparkan kasus pengungkapan 40 kg sabu di Kantor BNN Sumut, Senin (29/6), dilansir Kantor Berita RMOLSumut.

Arman Depari mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan karena mengindikasikan peningkatan angka penyalahgunaan narkoba yang sangat tinggi.


Dalam survei yang dilakukan pada tahun sebelumnya, kata Arman, Sumut berada pada urutan ketiga dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Peringkat pertama saat itu adalah DKI Jakarta dan diikuti Sumatera Selatan.

Namun, kini Sumut justru menyalip kedua provinsi tersebut untuk bercokol sebagai 'juara' penyalahgunaan narkoba.

Ditambahkan Arman Depari, ada beberapa faktor yang membuat Sumut menjadi daerah yang rawan menjadi sasaran peredaran narkoba. Salah satunya adalah  karena letaknya yang berdekatan dengan Malaysia.

Sehingga Sumut kerap menjadi jalur yang digunakan untuk memasok narkoba dari luar negeri. Namun, menurut Arman Depari, hal inilah yang harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat dan penegak hukum di Sumut.

“Juara satu dalam hal penyalahgunaan narkoba apakah Sumut bangga? Ini menjadi catatan bagi kita semua, saudara-saudara penduduk Sumatera Utara dan tentu saja bagi petugas-petugas yang memiliki tanggungjawab menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini,” tegasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya