Berita

Cooking Class masakan Indonesia di Ekuador diminati ratusan peserta/Istimewa

Dunia

Singkong Saus Tuna Bikin 300 Peserta Cooking Class Virtual Di Ekuador Terpukau

MINGGU, 28 JUNI 2020 | 01:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Indonesia memang kaya oleh beragam olahan masakan yang bercita rasa tinggi. Bahkan, meski hanya melihat melalui layar kaca, kelezatan masakan Indonesia ini mampu membuat banyak orang langsung tertarik untuk mencicipi.

Hal ini terlihat dalam acara Cooking Class yang digelar KBRI Quito, Ekuador, pada Rabu lalu (24/6). Chef Aloysius Marino dari Wisma Indonesia Quito berhasil memukau lebih dari 300 orang peserta asal Ekuador yang mengikuti Cooking Class secara virtual melalui aplikasi Zoom tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mewujudkan Pekan Indonesia di Universidad Teknika de Ambato (UTA) Ekuador.

Ada tiga jenis masakan yang diajarkan Chef Aloysius kepada ratusan peserta Cooking Class. Mulai dari Singkong Saus Tuna sebagai makanan pembuka, Mi Goreng lengkap dengan Udang dan Acar sebagai makanan utama, dan Pisang Karamel sebagai makanan penutup.
 

 
Kegiatan yang diikuti 300 orang peserta itu dibuka secara resmi oleh Rektor UTA, Dr Galo Naranjo, dan Dubes RI Quito yang menyampaikan apresiasi kepada pihak UTA yang selama beberapa tahun terakhir banyak bekerjasama dengan KBRI Quito dalam mempromosikan Indonesia di Ambato.
 
Cooking Class sendiri disampaikan Chef Aloysius dalam Bahasa Spanyol, yang didampingi staf KBRI Quito, Anisa Rahmawati.
 
Antusiasme masyarakat Ekuador terhadap gastronomi Indonesia memang besar sekali. Bukan hanya dari kalangan perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah Gastronomi, namun juga masyarakat dari berbagai kota di Ekuador seperti Quito, Guayaquil, dan bahkan dari negara lain.

Sehingga kapasitas Zoom yang hanya menampung 300 orang peserta, membuat sejumlah calon peserta Cooking Class tidak dapat tertampung. Sehingga mereka terpaksa menyaksikan siaran langsung dari Youtube, Facebook UTA dan KBRI Quito.
 
Menurut Dubes RI Quito, Diennaryati Tjokrosuprihatono, meskipun belum dapat menyelenggarakan kegiatan Pekan Indonesia secara langsung di kampus UTA sebagaimana telah direncanakan, namun Cooking Class virtual ini ternyata sangat efektif untuk melakukan promosi Gastronomi Indonesia karena jangkauannya yang luas kepada masyarakat Ekuador.
 
“Dari kegiatan ini masyarakat dan mahasiswa Ekuador dapat memahami bahwa membuat masakan Indonesia yang lezat tidak sesederhana yang mereka bayangkan. Dengan begitu diharapkan mereka dapat lebih menghargai dan mengapresiasi masakan Indonesia dan bisa memasak sendiri masakan Indonesia yang lezat itu," ujar Dubes Diennaryati.

Untuk diketahui, saat ini di Kota Quito sudah ada 1 restoran yang menyajikan masakan Indonesia yaitu Restoran Ssambal. Restoran ini menghidangkan masakan Indonesia seperti Lumpia, Batagor, Ayam Goreng Crunchy, juga Mie Tek Tek, Ayam Panggang Madu, Nasi Goreng Buntut, Ikan Bakar Sambal Matah, Rendang dan lain lain, dan beberapa masakan Korea. Dalam waktu dekat diharapkan akan bertambah 1 restoran Indonesia lagi di Kota Quito.

Selain mahasiswa dan civitas akademika dari UTA, acara Cooking Class ini turut dihadiri Ketua dan Anggota Chamber of Tourism dari Provinsi Tungurahua, sejumlah Chef dari Ekuador, mahasiswa dari sejumlah universitas di Ekuador, jga sahabat-sahabat Ekuador lainnya termasuk Ambassador Laura Donoso, Sub-Secretaria Asia Afrika dan Oceania Kementerian Luar Negeri Ekuador.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya