Berita

Sekjen Pergerakan Kedaulatan Rakyat, Yos Ngarang/Ist

Publika

Tito Karnavian Kurang Profesional, Sebaiknya Jokowi Segera Reshuffle

SABTU, 27 JUNI 2020 | 22:14 WIB

SUDAH sangat terlihat selama Tito memimpin intitusi Polri terkesan diseret kedalam dunia politik praktis. Dengan begitu Polri terlihat sangat tidak profesional. Publik melihat Polri tidak netral dalam arus politik elektoral. Hal ini sudah menjadi gunjingan banyak orang dan semua orang tahu.

Dampak dari ketidakprofesionalan ini, kepercayan rakyat sangat menurun terhadap institusi ini, sebagaimana survei LSI Denny JA akhir tahun 2019 lalu. Survei itu menunjukan resultante hasil kerja institusi Polri yang selama Pak Tito pimpin.

Namun demikian Kapolri sekarang, Jenderal Idham Azis jauh lebih terlihat profesional di bandingkan Tito. Kalau kita lihat, Kapolri-Kapolri sebelumnya punya prestasi yang jelas: Mendirikan Badan Lemdikpol Polri, PTIK, Tipikor, BNN, BNPT. Jadi Kapolri sebelumnya punya legacy yang jelas, sedangkan Pak Tito mana? Tidak ada.


Padahal beliau adalah Profesor-Doktor.  Banyak orang berharap ketika Pak Tito jadi Kapolri bisa membuat perubahan di institusi Polri, nyatanya tidak.

Institusi yang Pak Tito pimpin selalu terkesan  tidak profesional, dimana kita lihat selama Tito pimpin ada yang jadi Kapolda dua kali,tiga kali bahkan empat kali. Ini terkesan hanya bagi bagi jabatan ke teman-temannya.

Untuk Kementerian Dalam Negeri, Tito harus belajar dari Tjahjo Kumolo. Tjahjo meskipun kader PDIP, dia tidak secara vulgar  menggiring Kemendagri yang dia pimpin dalam dunia politik praktis.

Sangat jauh berbeda Kemendagri hari ini, yang membuat anggaran yang begitu besar di tengah negara sedang sulit mencari uang untuk penanggulangan Virus Corona baru (Covid 19).

Pemberian penghargaan New Normal ke Provinsi Jawa Timur lebih terlihat unsur politik di bandingkan pembinaan kepada kepala daerah yang merupakan tugas pokok Kemendagri. Nyatanya kalau mau jujur angka kasus Covid-19 di Jatim tertinggi di bandingkan daerah lain seperti Jakarta.

Apalagi Presiden saja telah menegur dan mendatangi Jatim. Tapi malah sebaliknya justru Tito memberi penghargaan.

Ini sangat kontradiktif dengan keinginan Presiden Jokowi. Cara Tito yang terkesan tidak profesional ini, dilihat publik sebagai dukungan untuk Gubernur Jatim Khofifah. Publik pun menduga ini adalah bagian dari cara menghabisi Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan.

Saya kira institusi Kemendgari, yang mana ini adalah instutisi birokrat yang terpenting dalam negara ini, perlu dihindarkan agar tidak digiring kedalam dunia politik praktis.

Untuk itu, maka sangat wajar kalau ada reshuffel kabinet, Tito harus dipertimbangkan untuk segera diganti.

Selanjutnya setelah kita kritik ini mudah mudahan tidak ada gerakan politik praktis. Tidak ada lagi kebijakan yang ceroboh dan kontrovesial. Ini adalah kritik sekaligus harapan agar institusi Kemendagri tetap menjadi institusi yang profesional.

Yos Nggarang
Penulis adalah Sekertaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya