Berita

Unjuk rasa orang tua murid yang memprotes aturan dalam PPDB DKI Jakarta/Net

Nusantara

Polemik PPDB DKI, KPJ: Jangan Rampas Hak Anak-anak Kami Untuk Berprestasi

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPRD DKI Jakarta diharapkan membentuk panitia khusus (Pansus) umtuk mencari akar persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di ibukota.

Demikian usulan yang disampaikan Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk, melalui keterangannya, Jumat (26/6).

Amos mengatakan, permasalahan muncul lantaran seleksi jalur zonasi dalam PPDB DKI Jakarta dilakukan berdasarkan umur calon peserta didik baru (calon siswa).


Padahal, sebagaimana diketahui, jalur zonasi merupakan jalur yang disediakan untuk calon siswa yang bertempat tinggal di dekat sekolah tujuan, bukan untuk siswa yang berusia tua.

"Apabila calon siswa berusia lebih tua, maka kans diterimanya calon siswa tersebut bakal lebih besar ketimbang calon siswa yang berusia lebih muda. Artinya, yang lebih tua diprioritaskan diterima di sekolah yang dekat dari rumah," kata Amos, dilansir Kantor Berita RMOLJakarta.

Namun penyeleksian calon siswa berdasarkan usia itu bakal diterapkan apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung.

Kritik soal syarat usia ini sudah disampaikan kepada Pemprov DKI dan Komisi E DPRD oleh sejumlah orang tua murid SMP dan SMA di PPDB 2020.

Sejumlah elemen masyarakat DKI Jakarta juga terus menyuarakan tuntutan untuk menghapuskan pembatasan usia pada jalur masuk PPDB di DKI Jakarta, dan mengembalikan ke Permendikbud Nomor 44 mengenai Zona Jarak.

Amos menegaskan, DPRD DKI Jakarta sebagai fungsi legislasi dan pengawasan harus bersikap tegas terhadap Dinas Pendidikan sebagai pemangku kebijakan yang memiliki tanggung jawab terkait PPDB ini.

Bila PPDB tidak juga diubah mekanismenya, berarti pendidikan di Jakarta sudah menjadi lahan bisnis. Sudah pasti para siswa berprestasi akan ke sekolah swasta nantinya.

Hal ini tentu akan mengakibatkan pengeluaran yang cukup besar. Apalagi di tengah kondisi pandemik ini, ada banyak orang tua yang masih kesulitan dalam mencari nafkah.

"Bu Kadis Pendidikan yang kami banggakan, kami para orangtua anak didik menitipkan masa depan anak kami di sekolah agar menjadi anak yang tangguh berguna untuk nusa dan bangsa. Tolong ibu Kadis jangan rampas hak anak-anak kami untuk berprestasi," demikian Amos.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya