Berita

Kompleks tes pertahanan rudal Aegis Ashore (AAMDTC) di fasilitas rudal pasifik di Kauai, Hawaii/Net

Dunia

Jepang Batalkan Pengerahan Aegis Ashore, Pengamat: Cara Mengurangi Ketergantungan Pada AS

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 16:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang telah membatalkan rencananya untuk memasang sistem pertahanan udara berbasis di darat dari Amerika Serikat (AS), Aegis Ashore.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Taro Kono pada Kamis (25/6), melansir Sputnik
"Dewan Keamanan Nasional membahas masalah ini dan mencapai kesimpulan bahwa pengerahan Aegis Ashore di Akita dan Yamaguchi akan dibatalkan," ujar Kono pada pertemuan Partai Demokrat Liberal (LDP).

Pembatalan pemasangan Aegis Ashore sendiri cukup mengejutkan karena diumumkan secara tiba-tiba.

Pembatalan pemasangan Aegis Ashore sendiri cukup mengejutkan karena diumumkan secara tiba-tiba.

Namun pada pekan lalu, Kono mengatakan sistem pertahanan buatan AS tersebut sangat mahal dan tidak masuk akal. Di mana Jepang bisa menghabiskan anggaran sebesar 1,86 miliar dolar AS untuk pengerahannya.

Sementara dilaporkan Reuters, Kono mengatakan dengan uang tersebut, Jepang bisa mendapatkan senjata yang bisa meningkatkan pertahanan rudal balistiknya.

Aegis Ashore sendiri pada awalnya diperuntukkan untuk mempertahankan Jepang dari ancaman rudal balistik Korea Utara.

"Seharusnya tidak ada celah dalam pertahanan negara kami. Kami ingin mengadakan diskusi tentang langkah-langkah yang diperlukan," ujar Perdana Menteri Shinzo Abe pada pekan lalu.

Melihat pembatalan tersebut, seorang dosen Hubungan Internasional dan Kebijakan Luar Negeri Jepang di East Anglia University, Ra Mason mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan kepentingan strategis jangka panjang Tokyo untuk mengurangi ketergantungan pada Washington.

"Secara politis, pemerintahan LDP Jepang saat ini ingin secara bertahap mengubah lingkungan keamanan regionalnya menjadi lebih mudah untuk membenarkan tindakan sepihak dan pengurangan ketergantungan jangka panjang pada AS," paparnya.

"Dalam hal itu, langkah tersebut sesuai dengan tujuan strategis jangka panjang Jepang," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya