Berita

Appgindo audiensi dengan DPRD DKI Jakarta/RMOL

Nusantara

Mati Suri Karena Corona, Pengusaha Pernikahan Curhat Rugi Ratusan Miliar

RABU, 24 JUNI 2020 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jasa pernikahan menjadi salah satu sektor usaha yang turut terdampak wabah virus corona baru (Covid-19). Sebab dalam kondisi pandemik, mereka tak bisa menjalankan bisnisnya karena larangan pemerintah.

Seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (Appgindo) mendesak Pemprov DKI Jakarta segera mengizinkan resepsi pernikahan.

Appgindo mengaku mengalami kerugian hingga Rp 300 miliar per bulan karena tidak diperbolehkannya melakukan resepsi pernikahan.


"Total uang yang beredar itu di atas 5 triliun setahun, saat ini sudah berhenti. Karena tadinya satu vendor sepekan bisa 2 sampai 3 kali, sekarang sudah shutdown," ujar Ketua Umum Appgindo, Andie Oyong setelah melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik, Rabu (24/6).

Selama PSBB, pemerintah hanya membolehkan upacara pernikahan dengan pembatasan peserta sampai 30 orang saja. Hal ini membuat WO sangat terdampak. Diharapkan, dengan kembalinya izin resepsi pernikahan akan kembali meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Begitu ada kesempatan dibuka, maka teman-teman akan jalan roda perekonomiannya. Bukan hanya industri katering dan dekorasi, tapi sampai yang ke daerah petani bunga, peternakan, itu akan tergerak perekonomiannya," sambung Andie Oyong.

Saat ini pun Appgindo telah menyiapkan protokol kesehatan untuk industri pernikahan di Jakarta. Protokol kesehatan itu dibuat untuk menghadapi kenormalan baru bagi industri pernikahan.

"Untuk protap kita sudah usulkan, nanti kita share. Bagaimana sebuah resepsi di gedung, di hotel, catering, decoration dan sebagainya, akan ada protap agar semua aman," ucap Ketua Dewan Penasihat Appgindo, Albert Indra.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya