Berita

Rapat antara Komisi E DPRD DKI bersama Disdik dan perwakilan orang tua murid SMP dan SMA se-Jakarta/RMOL

Nusantara

PPDB DKI Dianggap Tidak Adil, Dinas Pendidikan: Kami Nggak Buang Anak Bapak Ibu

RABU, 24 JUNI 2020 | 18:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Aksi unjuk rasa sejumlah orang tua murid yang merasa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tidak adil membuat DPRD segera melakukan rapat. Komisi E melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan sejumlah orang tua murid SMP dan SMA Se-Jakarta, Rabu (24/6).

Sejumlah orang tua murid menilai PPDB DKI tidak adil, lantaran mengutamakan usia dibandingkan zonasi dan prestasi.

Namun, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengungkapkan, pihaknya menjalankan PPDB DKI berdasarkan Permendikbud No. 44/2019.


Dirinya pun membantah kalau Pemprov DKI telah diskriminatif karena menerima calon siswa hanya dengan mengutamakan usia. Sebab, menurut Nahdiana, zonasi dan prestasi sudah ada ketentuannya.

"Kami nggak buang anak bapak ibu yang secara nilai itu mampu bersaing. Itu ada di jalur prestasi," ujar Nahdiana, Rabu (24/6).

"Kalau Ibu bilang kuota 20 persen sedikit, kalau tadi zonasi kita 50 persen kan, maka kuota prestasi ini akan semakin berkurang," sambungnya.

Ada pun ketentuan pembagian PPDB untuk jenjang SD adalah 25 persen jalur afirmasi, 60 persen zonasi, 5 persen pindah tugas orang tua dan anak guru, dan luar DKI 5 persen.

Selanjutnya jenjang SMP dan SMA memiliki kuota 25 persen afirmasi, 40 persen zonasi, 30 persen prestasi, dan 5 persen pindah tugas orang tua. Sedangkan jenjang SMK adalah 35 persen afirmasi, 60 persen prestasi, dan 5 persen pindah tugas orang tua dan anak guru.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya