Berita

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima audensi para peneliti SCCR/PuspenTNI

Kesehatan

Marsekal Hadi Dukung Penuh Uji Klinik Terapi Secretom Bagi Penderita Covid-19

RABU, 24 JUNI 2020 | 02:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendukung dilaksanakannya riset dan uji klinik terapi Secretom Inhalasi bagi penderita virus corona baru (Covid-19)  dengan menggunakan secretom untuk menanggulangi badai sitokin (peradangan). Tujuan dari terapi secreton adalah mencegah kematian akibat terinfeksi Covid-19.

Dukungan itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, saat menerima audiensi para Peneliti Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia, yang diwakili oleh Sugeng Ibrahim, bertempat di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (23/06).

Dalam pertemuan tersebut, dr. Sugeng Ibrahim yang sehari-hari sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Semarang menjelaskan bahwa saat ini sejumlah peneliti kedokteran yang berkolaborasi dengan para  ahli baik dari kalangan sipil maupun  militer yang meliputi TNI Angkatan Darat (TNI AD), Angkatan Udara (TNI AU) dan Polri sedang melaksanakan uji klinik terapi Covid-19.


Didampingi Kepala RSAU Esnawan Antariksa, Mukti Arja Berlian, dan Kolonel Nana Sarnadi dari RSPAD Gatot Subroto, Peneliti SCCR Indonesia  juga melaporkan temuan kepada Panglima TNI bahwa angka kematian akibat wabah Covid-19 dapat  diturunkan dengan  metodologi terkini yang mereka temukan yakni Pemberian Isolate Secretome Mesenchymal Stem Sell.

"Uji klinik pemberian Isolate Secretome Mesenchymal Stem Sell pada penderita Covid-19, rencananya akan dilakukan di sembilan Rumah Sakit di Indonesia, dengan principal investigator oleh Agung Putra, yang juga ketua Perkumpulan Peneliti Stem Sel dan Sel Indonesia (PERSEPSI )," demikian kata Dugeng.

Beberapa tempat yang menjadi lokasi riset diantaranya RS Kariadi Semarang, RSPAD Gatot Subroto, RSAU Esnawan Antariksa Halim PK, RS Bhayangkara Makassar, RS Muwardi Solo, RS Sultan Agung Semarang, dan RS Muhamadiyah Gamping dan RS Dadi Makassar.

Panglima TNI berharap, agar para peneliti fokus pada terapi dan upaya penemuan metode penyembuhan.

Langkah itu sebagai bagian aktif anak bangsa Indonesia dalam memberikan sumbangsih pada penyelesaikan masalah kesehatan khususnya Covid-19.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta agar SCCR Indonesia dan para peneliti-peneliti muda senantiasa mengikuti disiplin dan kaedah ilmu kedokteran dan bekerjasama dengan pemerintah agar pendemik Covid-19 dapat segera teratasi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya