Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Gerak: Proyek-proyek Di Aceh Dirancang Untuk Jadi Bancakan

SENIN, 22 JUNI 2020 | 10:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dalam penilaian Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, banyak proyek yang dilelang di Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah dirancang untuk menjadi bancakan. Karena itu, perlu keseriusan aparat penegak hukum untuk menelusuri hal ini.

“Aparat penegak hukum harus berpikir lebih cerdas untuk mengungkap proses perencanaan sebuah proyek yang sengaja dibuat untuk dibagi-bagikan kepada kelompok-kelompok tertentu, terutama di lingkaran kekuasaan,” kata Koordinator Gerak Aceh, Askhalani Bin Muhammad Amin, Ahad (21/6).

Salah satu proyek yang diduga Askhalani dirancang untuk manarik keuntungan pribadi adalah pengadaan bibit ayam petelur. Sejak awal, kata dia, terdapat indikasi mark-up harga. Padahal, di pasaran, ayam-ayam itu dapat dibeli dengan harga lebih murah.


Proses penentuan harga tertinggi untuk lelang proyek pemerintah ditetapkan dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur Aceh. Hal ini dilakukan setiap tahun anggaran sebagai penyesuaian harga.

Data harga ini, lanjut Askhalani, dipasok oleh bagian perencanaan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh. Namun yang paling bertanggung jawab atas harga tersebut adalah pejabat yang ditunjuk sebagai pengguna anggaran.

Mark-up anggaran sering dilakukan pada pembiayaan atau pengeluaran anggaran dengan menaikkan jumlah pengeluaran dari harga pasar. Sedangkan modus mark-down dilakukan pada pengelolaan pendapatan daerah.
Misalnya, potensi pendapatan yang ada sebenarnya besar. Namun dalam perencanaan pendapatan dilakukan penurunan nilai potensi yang ada.

“Dalam laporan realisasi pendapatan daerah pun nilai yang dilaporkan sering tidak sesuai dengan realisasi sebenarnya,” jelas Askhalani, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Sebelumnya, Kepala UPTD Balai Ternak Non-Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Aceh, Teuku Munazar, tidak membantah bahwa harga yang dipatok dalam pembelian ayam petelur di atas harga pasar.

Munazar berpendapat, hal itu terjadi karena angka satuan terformat secara otomatis dalam mekanisme penganggaran melalui e-budgeting. Namun dia memastikan bahwa penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) dibuat sesuai dengan harga pasar.

Munazar mengatakan anggaran yang dialokasikan di UPTD BTNR awalnya sebesar Rp 34 miliar. Namun, setelah dikeluarkannya kebijakan realokasi dan refokusing oleh pemerintah dalam menangani Covid-19, anggaran yang tersisa hanya Rp 2,77 miliar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya