Berita

Syahrul Munir saat ikut mensholati jenazah pasien Covid-19 dengan peti mati dan APD seadanya/RMOLJatim

Nusantara

Anggota DPRD Ungkap Kejanggalan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Di Gersik

MINGGU, 21 JUNI 2020 | 12:44 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 hingga pungutan yang memberatkan keluarga pasien.

Kejanggalan itu ditemukannya saat ikut menjadi saksi dan memberikan penghormatan terakhir atas meninggalnya Kapiyah (60), warga Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Gresik yang dinyatakan positif Covid-19.

Usai mengikuti prosesi pemakaman, Syahrul menceritakan, peti jenazah yang digunakan untuk memakamkan jenazah tidak standar dan terkesan seadanya. Padahal, untuk pemulasaran jenazah terpapar Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyiapkan peti mati yang lebih baik.


"Tak hanya itu, saya juga menyaksikan ketidaksiapan alat pelindung diri (APD) dari entah ini di rumah sakitnya, Puskesmasnya, atau Dinas Kesehatannya dalam prosesi pemakaman. Sehingga, relawan desa terpaksa mempersiapkan secara mandiri untuk turut memakamkan mengenakan APD seadanya,” ujar dia seperti dilansir Kantor Berita RMOL Jatim, Minggu (21/6).

Proses pemulasaran jenazah yang tidak sesuai standar ini membuat Syahrul merasa sangat kecewa dan geram.  

“Kondisi seperti itu bentuk kecerobohan dan miskordinasi dalam prosesi pemakaman yang dilakukan terhadap jenazah orang yang dinyatakan terpapar Covid-19,” tegasnya.

Pungutan

Tak hanya soal pemakaman, Syahrul mengatakan, banyak laporan masyarakat yang masuk ke DPRD yang mengeluhkan pelayanan para pasien Covid-19 yang mengecewakan. Ia meminta Pemkab Gresik melalui Satgas Covid-nya untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

“Masalah yang sering dikeluhkan para keluarga pasien Covid-19 adalah persoalan status yang dikeluarkan, kenapa begitu lama? Bahkan, orang yang sudah meninggal hasil swab baru keluar seminggu kemudian. Ditambah lagi, ternyata pasien harus membayar biaya swab sekitar Rp 2,5 juta,” katanya.

Syahrul mengaku juga mendapat aduan bahwa keluarga pasien Covid-19 yang hendak menjenguk, dipungut biaya untuk APD sebesar Rp350 ribu untuk sekali masuk.

“Bahkan, info terakhir yang masuk ke saya ada yang dimintai APD sebesar Rp 400 ribu kemudian ditawar jadi Rp 300 ribu untuk sekali masuk,” urainya.

“Ini kan keterlaluam, padahal Pemkab Gresik sudah menganggarkan kecukupan APD bagi rumah sakit, khususnya RS Rujukan. Lalu, untuk apa dan dimana anggaran Rp 300 miliar lebih untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Gresik,” tandas Syahrul mempertanyakan.

Sementara, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali yang juga Kepala Dinas Kesehatan saat dikonfirmasi awak media belum memberikan tanggapan.

Sedangkan, Komandan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gresik sekaligus Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ketika dikonfirmasi awak media terkait hal itu, juga tak berkomentar banyak. Ia menyebut yang memiliki standar operasional prosedur (SOP) adalah pihak Dinas Kesehatan.

“Dinkes yang mempunyai SOP, Mas,” ucapnya singkat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya