Berita

SMP Kanisius Kudus terapkan sistem drive thru untuk pengambilan rapor/RMOLJateng

Nusantara

Unik Dan Aman, SMP Kaniusius Kudus Bagikan Rapor Siswa Dengan Sistem Drive Thru

MINGGU, 21 JUNI 2020 | 05:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sistem drive thru umumnya dikenal di Indonesia digunakan sejumlah restoran cepat saji. Belakangan, sistem ini diadopsi saat melakukan rapid test dalam menangani pandemik virus corona baru (Covid-19).

Kini, cara yang sama diterapkan SMP Kanisius Kudus untuk pengambilan rapor siswa.

Humas SMPK, Basuki Sagita mengatakan, metode ini dilakukan untuk menghindari potensi penularan Covid-19. Orangtua yang akan mengambil rapor langsung bisa masuk ke halaman sekolah tanpa harus memarkirkan kendaraan.


Selanjutnya, mereka diarahkan oleh guru ke tempat pengambilan rapor yang berada di tengah halaman. Kemudian, wali murid akan menyerahkan rapor kepada orang tua.

"Dan orang tua siswa yang akan mengambil rapor tak perlu turun dari kendaraannya,” ujar Basuki, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (20/6).

Untuk memaksimalkan perlindungan, staf pengajar yang mengantarkan rapor kepada para orang tua juga dilengkapi dengan APD standar tenaga medis. Mulai dari face shield, masker, dan sarung tangan.

Metode tersebut diharapkan mengurangi dampak interaksi langsung antara orang tua dan para guru, sehingga potensi penularan semakin kecil.

Selain menerapkan sistem drive thru, pihak sekolah juga membagi waktu pembagian rapor dalam dua hari. Hal ini dilakukan agar dalam proses pengambilan tidak menimbulkan kerumunan.

Penerapan metode tersebut diharapkan baik para guru maupun orang tua merasa lebih aman.

Basuki mengatakan, metode ini mendapat respons positif dari para orang tua.

"Ternyata cara ini direspons positif oleh orang tua siswa,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya