Berita

Penandatangan Kesepakatan Damai Desa-Desa yang terlibat konflik/RMOLJabar

Nusantara

Redam Konflik Di Sejumlah Desa, Bupati Cirebon Bikin Kesepakatan Damai 3 Desa

RABU, 17 JUNI 2020 | 11:02 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setelah dilaksanakannya penandatanganan kesepakatan damai, maka ke depannya diharapkan tidak terjadi lagi konflik yang sama di masyarakat yang bisa berdampak terhadap ketenteraman dan keharmonisan bermasyarakat.

Demikian dikatakan Bupati Cirebon, Imron, kepada wartawan usia penandatanganan kesepakatan bersama 3 Kepala Desa di wilayah Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (16/6).

Imron berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya di Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Gunungjati, untuk duduk bersama, diskusi bersama, karena sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.


“Saatnya kita membangun kebersamaan,“ ujar Bupati Cirebon, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sebelumnya, untuk menjaga kondusif di masyarakat, 3 Kepala Desa (Kuwu) di Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Gunungjati, sepakat menandatangani 3 draf yang direkomendasikan Pemkab Cirebon, pascapecah konflik masa yang akhir-akhir ini terjadi di tiga desa tersebut. Ketiganya adalah Kuwu Sirnabaya, Kuwu Purwawinangun, dan Kuwu Mertasinga

Penandatanganan bersama kesepakatan damai yang sudah dilakukan oleh 3 wilayah desa, tentunya semata-mata demi mengedepankan ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Maka Kuwu sebagai aparat pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah harus segera melakukan pembinaan dan diharapkan dapat melerai konflik yang terjadi di masyarakatnya. Meski tak lepas dari peran serta dukungan berbagai pihak dalam hal ini TNI/POlRI dan para tokoh yang berpengaruh di masing-masing wilayah.

Kesepakatan damai ini disaksikan Ketua Forum Kuwu, Camat Suranenggala, Camat Gunungjati, Kepala Kesbangpol Kasatpol PP, Sekda dan Forkopimda Kabupaten Cirebon yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Suranenggala.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya