Berita

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo saat meninjau Protokol bersama Gubernur Anies Baswedan/Ist

Nusantara

KAI Pastikan Protokol Kesehatan Di KRL Sudah Dijalankan

SENIN, 15 JUNI 2020 | 16:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Protokol kesehatan di stasiun dan di dalam gerbong kereta dipastikan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Demikian yang disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo saat meninjau protokol kesehatan di Stasiun Bogor bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Walikota Bogor, Bima Arya pada Senin (15/6).

Rombongan juga melihat kesiapan penanganan antrean penumpang, fasilitas di stasiun, dan pengaturan armada bus, serta ketertiban penumpang di dalam KRL.


“Kami telah melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam rangka pengaturan penumpang di stasiun dan di kereta,” ujar Didiek, Senin (15/6).

Didiek mengatakan, tinjauan ini penting dilakukan untuk melihat penanganan kepadatan penumpang di tengah pemberlakuan PSBB masa transisi.

Didik juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Anies Baswedan sudah menyiapkan layanan 50 bus gratis yang dapat membantu mengurangi antrean di stasiun KRL dan memudahkan para calon penumpang.

Selain itu, Didiek turut mengucapkan terima kasih kepada Gugus Tugas Covid-19 yang menerbitkan SE No 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

“Dengan adanya pengaturan jam kerja tersebut, diharapkan kepadatan di jam sibuk KRL dapat dikurangi," tandas Didiek.

Untuk diketahui, dalam SE tersebut diatur jam kerja bagi instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta menjadi dua shift. Shift pertama masuk antara pukul 07.00 - 07.30 WIB dan pulang antara pukul 15.00 - 15.30 WIB. Adapun shift kedua masuk antara pukul 10.00 - 10.30 WIB dan pulang antara pukul 18.00 -18.30 WIB.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya