Berita

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa/RMOLJatim

Nusantara

Penelitian Obat Covid-19 Oleh Peneliti Unair Dapat Dukungan Penuh Dari Pemprov Jatim

MINGGU, 14 JUNI 2020 | 18:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabar baik kembali diterima masyarakat Jawa Timur di tengah pandemik Covid-19. Kali ini, Tim Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menemukan obat yang diindikasikan bisa membantu penyembuhan bagi pasien Covid-19.

Kabar tersebut pun disambut positif Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mengaku akan mendukung kolaborasi tim peneliti Unair dan Gugus Tugas Covid Indonesia serta Badan Intelejen Negara (BIN).

"Intinya, Pemprov Jatim akan mendukung Unair untuk mengembangkan penelitian obat-obat temuannya. Karena ini merupakah salah satu upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Jatim, bahkan di Indonesia," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Sabtu siang (13/6).


Gubernur Khofifah akan memberikan kesempatan bagi tim peneliti agar obat-obat tersebut bisa diteliti dan dikembangkan di Rumah Sakit Pemprov. Hal tersebut tak lain supaya segera dilakukan penelitian lebih lanjut ke arah klinis dan segera diuji efektivitasnya sesuai dengan kaidah yang ada.

"Lewat penelitian ini, kami berharap akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan serta dalam waktu yang sama bisa menurunkan angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur," harap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Berdasarkan keterangan dari Rektor Unair, Prof Moh Nasih, terdapat lima kombinasi obat yang dinyatakan berhasil melalui penelitian. Kombinasi obat yang pertama yaitu Lopinavir, ritonavir dan azitromisin. Kombinasi kedua Lopinavir, ritonavir dan doksisiklin.

Ketiga Lopinavir, ritonavir dan klaritromisin. Keempat Hidroksiklorokuin dan azitromisin, serta kelima Hidroksiklorokuin dan doksisiklin.

Perwakilan tim peneliti Unair, dr Purwati menyatakan, pihaknya telah meneliti 14 regimen obat yang kemudian didapatkan lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas cukup bagus dan mampu menghambat perkembangbiakan virus.

"Dengan menurunnya jumlah virus bahkan sampai tidak terdeteksi dengan regimen obat ini, maka bisa memutus mata rantai penularan," katanya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya