Berita

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Saleh Daulay: New Normal Kita Dalam Situasi Abnormal, Tidak Layak!

SABTU, 13 JUNI 2020 | 15:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penerapan tatanan hidup baru di tengah situasi pandemik Covid-19 atau new Nnormal kembali mendapat kritik dari parlemen.

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay memandang, kebijakan new Nnormal yang dikeluarkan pemerintah belum layak diterapkan.

Karena menurutnya, masyarakat belum mengerti sepenuhnya tentang apa yang dimaksud new Nnormal.


"Jadi ini menjadi persoalan, sesuatu yang tidak bisa didefinisikan secara jelas maka sesuatu itu tidak akan jelas juga implementasinya," ujar Saleh dalam diskusi virtual polemik bertajuk "New Normal Lintas Negara", Sabtu (13/6).

Ketua DPP PAN ini menyebutkan, masyarakat yang terpapar Covid-19 semakin hari semakin tinggi. Berdasarkan data sore kemarin yang dia terima, kasus positif di Indonesia telah mencapai 36.406 orang, dan tingkat kesembuhannya 13.213 orang.  

"Saya kira itu belum bisa dilakukan (new normal) sekarang. Karena kalau dihitung total yang sekarang terpapar dan dirawat adalah 23.193 orang. Berarti kan jumlahnya masih banyak sekali," katanya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Fraksi PAN ini menilai bahwa ada kesan bahwa pemerintah memaksakan penerapan new normal di saat situasi penanganan virus corona belum membaik secara signifikan.
 
"Ini kan sebenarnya karena ada peningkatan jumlah pasien yang masih cukup signifikan itu kan abnormal keadaannya, tapi dicoba dimasukan ke new normal," tutur Saleh.

"Itu yang saya katakan tadi, new normal dalam situasi abnormal," tutupnya menambahkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya