Berita

Swab test di pasar Klender beberapa waktu lalu/Net

Nusantara

IKAPPI: 18 Pedagang Di Pasar Perumnas Klender Positif Covid-19

SABTU, 13 JUNI 2020 | 06:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar diyakini menjadi area penularan virus corona yang cukup cepat. Dengan kondisi yang ramai berdesakan, sulit untuk menerapkan jaga jarak di lokasi ini.

Menurut data dari Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) pada Jumat malam, tercatat 18 pedagang di Pasar Perumnas Klender positif Covid-19. Sehingga Pasar Perumnas Klender menempati posisi kasus tertinggi di Jakarta.

Menyusul kemudian Pasar Rawa Kerbau yang mencatat adanya 14 pedagang positif Covid-19, dan Pasar Serdang Kemayoran Jakarta Pusat yang mencatat sembilan orang.


Ketua Bidang Keanggotaan DPP IKAPPI Dimas Hermadiyansyah berharap adanya penanganan yang lebih serius untuk pasar-pasar di Jakarta.

"Pasar adalah sebagai tempat strategis hajat hidup orang banyak. Kami berharap pemerintah lebih serius untuk melakukan program penanganan Covid-19 di pasar," kata Dimas, dalam keterangan resminya, Jumat (12/6) malam.

Saat ini, sebanyak delapan pasar tradisional di Provinsi DKI Jakarta menjadi pusat penularan Covid-19 setelah puluhan pedagang dinyatakan terjangkit virus corona.

Pasar lainnya yang telah terdapat kasus Covid-19 adalah Pasar Induk Kramat Jati sebanyak lima pedagang dan Pasar Kedip Kebayoran Lama dengan dua pedagang positif Covid-19.

Satu pedagang di Pasar Mester Jatinegara, Jakarta Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19. Selanjutnya kasus positif Covid-19 juga ditemukan di Pasar Obor Cijantung dan Pasar Lontar Jakarta Utara, masing- masing satu pedagang.

"Dengan banyaknya temuan kasus positif Covid-19 di pasar tersebut, maka kami sangat khawatir bila mata pencaharian pedagang pasar terganggu dan terancam hilang," kata Dimas.

Ia berharap pemerintah kembali menguatkan upaya penanganan Covid-19 di pasar. Misal melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di saat pasar berhenti beroperasi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya