Ilustrasi Christianto Wibisono/Net
Ilustrasi Christianto Wibisono/Net
SETIAP kali membuat gagasan baru, saya sudah terbiasa dicemooh. Wajar saya dicemooh, karena secara kodrati naluriah manusia memang senantiasa skeptis dan defensif, maka gemar mencemooh gagasan bersifat baru. Columbus, Freud, Einstein, Mandelbrot, Russel, Picasso, Leonardo, Darwin, Galileo, Copernicus dan para tokoh penggagas gagasan baru juga dicemooh bahkan dihujat ketika mencoba memperkenalkan gagasan baru masing-masing.
Ragu
Maka adalah wajar apabila saya juga harus siap dicemooh ketika membuat gagasan baru berupa andaikatamologi sebagai upaya pemikiran terhadap fenomena andaikata dalam peradaban umat manusia. Meski saya sudah menghimpun cukup banyak bahan pengabsahan andaikatamologi dalam bentuk pemikiran “what if†di ranah ilmu sejarah, futurologi, teknologi untuk pesawat ruang angkasa maupun sastra yang berupaya mendekatkan imajinasi dengan realita, namun mungkin akibat usia saya makin mendekati saat ajal, maka tidak seperti pada masa menggagas kelirumologi, alasanologi, humorologi, rideologi, bingungologi, ngawurologi dan lain-lainnya, kali ini terkesan saya masih ragu terhadap gagasan andaikatamologi.
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15
UPDATE
Senin, 02 Februari 2026 | 20:04
Senin, 02 Februari 2026 | 19:50
Senin, 02 Februari 2026 | 19:45
Senin, 02 Februari 2026 | 19:45
Senin, 02 Februari 2026 | 19:41
Senin, 02 Februari 2026 | 19:29
Senin, 02 Februari 2026 | 19:23
Senin, 02 Februari 2026 | 19:14
Senin, 02 Februari 2026 | 19:12
Senin, 02 Februari 2026 | 18:53