Berita

Ilustrasi pembelajaran di sekolah/Net

Nusantara

Masyarakat Aceh Minta Pembelajaran Tatap Muka Kembali Dilaksanakan

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 09:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagian besar guru, siswa, dan orang tua murid di Aceh meminta pembelajaran secara tatap muka bisa kembali dilakukan. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat yang dilakukan Dinas Pendidikan Banda Aceh.

“Tentu saja proses pembelajaran secara tatap muka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Saminan, dalam diskusi secara virtual yang digelar oleh Ombudsman Aceh bersama sejumlah stakeholder pendidikan di Aceh, Kamis (11/6).

Dari jajak pendapat tersebut, kata Saminan, 49 persen penjawab meminta agar sekolah dilanjutkan secara tatap muka namun tetap dengan protokol kesehatan. Kemudian 35 persen tidak setuju, dan sisanya 16 persen menjawab tidak tahu.


Dalam jajak pendapat tersebut, Saminan mendapat masukan agar pelajaran Bahasa Aceh dapat dimasukkan kembali dalam kurikulum dan terdata di dapodik. Sehingga, bahasa ibu tersebut tidak tenggelam oleh masa.

Dikutip Kantor Berita RMOLAceh, selama pandemik pihaknya tetap bekerja melayani murid dengan berbagai sistem pembelajaran. Ada yang dengan sistem online ada juga yang gurunya datang ke rumah-rumah siswa, khusus untuk murid yang tidak memiliki fasilitas pendukung seperti ponsel.

Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang sangat berpengaruh akibat pandemik Covid-19. Metode pelajaran secara virtual, yang berkembang selama pandemi, hanya bisa dijalankan oleh sebagian murid.

“Terutama murid yang berada di kota. Belajar secara daring tidak bisa menggantikan posisi guru di kelas. Padahal murid lebih bersemangat ketika berinteraksi secara langsung,” kata Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin.

Taqwaddin juga mengatakan bahwa pendidikan selama pandemik tidak berjalan efektif karena berbagai kelemahan. Seperti pengaruh jaringan internet, tidak semua wali murid memiliki telepon genggam cerdas. Hal ini menjadikan minat belajar siswa rendah.

Dalam diskusi yang diikuti oleh Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah, dan Ketua Asosiasi Manajemen Pendidikan Islam, Sri Rahmi, tersebut Kadis Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, mengiyakan pernyataan Taqwaddin. Catatan dari pihak Ombudsman ini, kata dia, akan menjadi perhatian pemerintah.

“Kita berharap proses pendidikan tetap berjalan walau dalam keadaan apapun. Dalam kondisi abnormal seperti ini, kita berharap berbagai ide kreatif muncul untuk pembelajaran,” kata Rachmat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya