Berita

mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman/Net

Nusantara

Agar Tidak Tumpang Tindih, Penyaluran Bansos Disarankan Terpusat Di Perumda Pasar Jaya

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 08:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak Covid-19 di ibukota sampai dengan bulan Desember mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Irmansyah, dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta pada 9 Juni lalu.

Saat ini pun Pemprov DKI Jakarta diketahui tengah berkomunikasi terkait penyaluran dengan pemerintah pusat agar tidak terjadi tumpang tindih.


Menanggapi hal tersebut, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman berpendapat bahwa seharusnya bantuan sosial itu terus disalurkan, terutama untuk 66 RW yang termasuk ke dalam Wilayah Pengendalian Ketat (WPK).

“Tentunya untuk warga terdampak dalam WPK tersebut harus dibantu kebutuhan dasarnya oleh Pemerintah karena aktivitas mereka kan dibatasi. Selain itu, Bansos juga perlu diberikan kepada warga yang kehilangan penghasilan karena terdampak Covid-19,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (12/6).

Terkait dengan adanya adanya tumpang tindih sasaran pemberian bansos dan adanya keluhan warga terhadap kualitas beras dari bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, Taufiqurrahman menyarankan agar sebaiknya urusan penyaluran bantuan sosial disentralkan di Perumda Pasar Jaya.

“Sebaiknya bantuan sosial dipusatkan pada Pasar Jaya karena Pasar Jaya sudah memiliki sistem quality control yang baik” jelasnya.

“Di Pasar Jaya, misalnya beras yang masuk dari supplier selalu harus menyertakan hasil uji lab terkait kadar air, patahan, dan standarnya beras premium, jadi kualitasnya terjamin. Tidak ada yang abal-abal” sambung Deputi Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat itu.

Menurutnya dengan adanya penyaluran bansos secara terpusat, tumpang tindih penerima bansos dapat dihindari sehingga jumlah penerima manfaatnya lebih banyak lagi.

Taufiq melihat proses pendistribusian bansos oleh Pasar Jaya terus mengalami peningkatan kualitas dan efektifitas. Dengan pola distribusi langsung oleh supplier ke titik-titik pembagian di tingkat kelurahan dan RW, Pasar Jaya juga langsung memantau prosesnya sehingga bisa berjalan dengan lebih baik.

"Namun jangan lupakan hal yang sifatnya administratif, seperti berita acara serah terima, sehingga tidak menjadi persoalan di kemudian hari” tegasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya