Berita

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar

Nusantara

Pasca Penemuan Kasus Positif Covid-19, 200 Pedagang Pasar Leuwipanjang Akan Jalani Rapid Test

RABU, 10 JUNI 2020 | 22:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Rapid test atau uji cepat virus corona baru (Covid-19) akan dilakukan terhadap 200 pedagang di Pasar Leuwipanjang, Kota Bandung. Langkah tersebut sebagai upaya pelacakan atas temuan 4 pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

Demikian dipaparkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (10/6).

“Di Pasar Leuwipanjang besok ada 200 pedagang yang akan di rapid test. Hari ini telah kita yakinkan dan sudah berkoordinasi dengan DKK Puskesmas dan Camat setempat serta dirut PD Pasar.  Saya sarankan kepada semua pedagang pasar untuk hadir,” ujar Ema seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.


Dalam pelaksanaannya, terang Ema, ada 8 petugas medis yang dikerahkan, di mana satu petugas akan menangani kurang lebih 25 orang.

Disamping itu, Ema mengimbau seluruh pengunjung di dua pasar yakni, Leuwipanjang dan Sadang Serang melakukan isolasi mandiri.

“Atau juga melakukan pengecekan ke Puskesmas dimana yang bersangkutan tinggal,” jelasnya.

Ema menegaskan, tidak ada biaya tes bagi warga yang merupakan hasil tracing dari pasar yang ditemukan pasien positif. “Asalkan dia mengaku bahwa telah mengunjungi pasar,” kata dia.

Hingga saat ini, terang Ema, pihaknya telah menutup 2 pasar yakni, Leuwipanjang dan Sadang Serang. Sementara Pasar Haur Pancuh, Ema mengaku kesulitan lantaran menjadi pusat berjualan para PKL.

“Tapi saya sedang mendorong Camat dan Satpol PP untuk melakukan pendekatan dan mereka pun harus sadar. Karena kalau sudah seperti ini jangan terpapar dan memaparkan, maka diharapkan disiplin terhadap aturan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya