Berita

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan bantuan kepada pesantren-pesantren di Jatim untuk menuju Pesantren Tangguh hadapi pandemik Covid-19/Istimewa

Nusantara

Dorong Terciptanya Banyak Pesantren Tangguh, Gubernur Jatim Beberkan 3 Item Yang Wajib Dilakukan

RABU, 10 JUNI 2020 | 18:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penyiapan pesantren tangguh menghadapi era New Normal di tengah pandemik Covid-19 jelang kembalinya para santri terus dilakukan di  Jawa Timur.

Saat ini sudah cukup banyak pesantren di kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah disiapkan sebagai pesantren tangguh. Persiapan ini dibantu Pemprov Jatim bersama TNI-Polri.

Mulai dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Darul Ulum Garsempal Omben Sampang, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, juga Pondok Pesantren Al-Falah Jeblog Talun Blitar. Tetapi peran dan inisiatif pondok pesantrenlah yang paling menentukan percepatan berdirinya pesantren tangguh ini.


Pondok pesantren tersebut telah menyiapkan kondisi pesantrennya aman dari penyebaran Covid-19. Mulai dari kebersihan, penyiapan layanan kesehatan, penerapan protokol kesehatan, hingga protokol kegiatan belajar mengajar di pesantren selama masa pandemik.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, 21 persen total pesantren di Indonesia ada di Jawa Timur. Satu pesantren ada yang santrinya mencapai puluhan ribu.

Sebut saja Pesantren Lirboyo yang jumlah santrinya mencapai 28 ribu. Pesantren Gontor juga punya puluhan ribu santri. Sehingga jelang kembalinya santri belajar di pesantren, maka sangat penting dilakukan penyiapan protokol kesehatan, baik itu disebut Pesantren Tangguh atau yang lainnya.

"Di masa pandemik seperti ini, yang penularan virusnya sangat cepat dan  terjadi dalam bentuk droplet atau percikan yang vaksinnya hingga sekarang belum ditemukan, maka pencegahan yang paling efektif adalah kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Maka kami terus mendorong pesantren-pesantren di Jatim untuk disiapkan protokol kesehatan yang baik yang secara umum kami sebut sebagai pesantren tangguh," kata Gubernur Khofifah  usai menghadiri peresmian pesantren tangguh di Pesantren Darul Ulum  Gersempal Omben, Sampang, Rabu (10/6).

Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga berkesempatan sowan langsung dengan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Gubernur didampingi Kapolda Jatim, Irjen Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, pada Sabtu lalu (6/6).

Lebih lanjut mantan Menteri Sosial RI ini mendukung digagasnya Pondok Pesantren Tangguh di berbagai Pondok Pesantren dan berharap agar pondok pesantren benar-benar aman dari penyebaran virus Covid-19. Pun dapat mencegah penyakit menular lainnya.

"Kami berharap makin hari makin banyak pesantren yang akan menjadi role model pesantren tangguh terutama di tengah pandemik Covid-19. Namun kami ingin model Pesantren Tangguh ini nantinya berkelanjutan," kata Gubernur Khofifah.

Karenanya, lanjut Gubernur Khofifah, ada tiga item penerapan yang wajib di Pesantren Tangguh. Pertama adalah Pesantren Sehat. Pesantren diharapkan mulai akrab dan tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, dan menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun.

Kemudian Pesantren Bersih. Yaitu pesantren mengupayakan santrinya untuk terbiasa mencuci tangan dengan air mengalir dan memperbanyak akses cuci tangan dan sanitasinya terus ditingkatkan.

"Dan yang ketiga adalah pesantren TOPP. Ini akronim dari Tanaman Obat Pondok Pesantren. Jadi kami ingin agar pengembangan tanaman obat juga dilakukan lebih masif di pesantren untuk mewujudkan ketahanan pengobatan tradisional di lingkup pesanteen," ucap mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Ketika 3 item ini ditegakkan di Pesantren Tangguh, diharapkan juga bisa diterapkan di pondok pesantren lain di Jatim. Bahkan juga kalau bisa menjadi inspirasi bagi pesantren di provinsi lain.

Selain itu, sebagai dukungan penerapan New Normal di lingkungan pesantren, Gubernur Khofifah sudah menyiapkan bantuan guna mendukung pesantren tangguh untuk bisa menegakkan protokol kesehatan.

Gubernur akan memberikan bantuan alat perlindungan diri (APD) ke setiap poskestren di Jawa Timur dengan total 34.650 buah. Bantuan APD itu untuk 1.286 pondok yang di dalamnya terdapat poskestren.
 
Selain itu Pemprov Jatim juga akan membagikan vitamin C pada santri dengan total bantuan sebanyak 92.836 blister. Juga untuk ustaz dan ustazah sebanyak 52.759 blister.

Masker juga menjadi item yang juga akan didistribusikan kepada pondok pesantren yang siap menyambut santrinya untuk memulai kegiatan belajar dan mengaji. Total bantuan masker yang akan disalurkan ke pondok pesantren sebanyak 464.182 buah untuk santri dan 52.759 buah untuk ustaz dan ustazah.

Kemudian masih ada bantuan berupa tempat cuci tangan sebanyak 18.564 buah juga akan didistribusikan ke pondok pesantren. Lalu sebanyak 981.122 botol hand sanitizers untuk santri dan ustaz ustazah yang ada di pesantren-pesantren di Jawa Timur.

Tak ketinggalan, agar pondok pesantren bisa selalu terjaga kebersihannya dari virus, Pemprov Jatim juga akan menyebar sprayer dan disinfektan yang penyemprotannya diharapkan akan dilakukan oleh warga sekitar melalui program cash for work.

Terakhir, para ustaz dan ustazah juga disiapkan bantuan sembako. Mereka adalah ustaz dan ustazah yang bermukim. Total ada 44.845 orang ustaz dan ustazah yang akan mendapat bantuan sembako.

“Bantuan ini kami rencanakan untuk mendukung penegakan protokol kesehatan. Agar setiap pesantren bisa melakukan persiapan untuk dimulainya proses belajar mengajar di pesantren,” kata Khofifah.

Dengan begitu Khofifah berharap kegiatan belajar mengajar santri di pesantren bisa tetap terjaga dan aman dari penyebaran pandemik Covid-19.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya