Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Politik

Elektabilitas Prabowo Terkuat, Ubedilah Badrun: Sejak 2014 Publik Sudah Ragu Pada Lembaga Survei

RABU, 10 JUNI 2020 | 08:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi sosok terkuat pilihan rakyat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Hal itu dapat dilihat dari hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia per Mei 2020. Survei tersebut menunjukkan bahwa Prabowo Subianto berada di nomor urut wahid dengan elektabilitas 14,1 persen. Dia mengangkangi 14 tokoh lainnya dalam survei.

Namun demikian, hasil survei tersebut diragukan oleh analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.


Ubedilah menilai bahwa sejak Pemilu 2014, kredibilitas lembaga survei sudah diragukan. Dia pun menjadi menjadi salah satu yang ragu dengan hasil lembaga survei.

“Sejak 2014 publik sudah ragu pada lembaga survei,” terangnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/6).

Keraguan itu pun diakibat beberapa hal. Pertama, lembaga survei acapkali menjadi bagian atau pernah menjadi bagian penting dari tokoh-tokoh yang di survei, baik menjadi konsultan partai politiknya maupun tim suksesnya.

“Silakan cek ke semua DPP partai politik lembaga survei tersebut menjadi bagian dari konsultan atau lembaga risetnya partai atau tim survei dari tim sukses sang tokoh. Bagaimana bisa berlepas diri dari kepentingan subyektifnya?" ujar Ubedilah Badrun.

Kedua, sambung Ubedilah, lembaga survei selalu menolak membeberkan data mentah survei untuk dapat diakses oleh publik.

"Ini soal uji kebenaran metodologi. Apa benar metodologinya? Dari teknik sampling, pengumpulan data, analisa data, sampai interpretasi data. Benarkah survei tersebut metodologinya? Bagaimana membuat kesimpulan dari survei yang dilakukan via wawancara sambungan telepon?" kata Ubedilah.

Terakhir, kata Ubedilah, keraguannya kepada lembaga survei tersebut lantaran persoalan biaya yang digunakan dalam melakukan survei.

Sebab, hingga saat ini belum ada lembaga survei yang keuangannya bisa diakses secara transparan.

"Ini juga problem yang memiliki korelasi. Sebab sedikit banyak pembiayaan survei itu tentu memiliki motif atau tujuan. Pada titik itu lembaga survei sulit untuk tidak bias kepentingan,” tegasnya.

“Ada ruang yang mungkin agar hasil surveinya tidak sepenuhnya di publikasi. Saya kira tiga argumen itu yang membuat keraguan publik pada lembaga survei juga muncul," pungkas Ubedilah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya