Berita

Ilustrasi, salah satu sudut di Kota Wuhan pada saat Lockdown/Net

Dunia

Beijing Dan Para ilmuwan Tolak Hasil Studi Harvard Yang Menyatakan Virus Corona Menyebar Di Wuhan Sejak Agustus 2019

RABU, 10 JUNI 2020 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beijing menolak hasil studi Harvard Medical School yang menyatakan bahwa virus corona sudah menyebar di China pada Agustus 2019 lalu.  

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, bertanya tentang studi tersebut di konferensi pers pada hari Selasa.

"Saya pikir itu konyol, sangat konyol, untuk menghasilkan kesimpulan ini berdasarkan pengamatan dangkal seperti volume lalu lintas," keluhnya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/6).


Para ilmuwan pun mengatakan studi itu tidak memberikan bukti yang meyakinkan kapan wabah itu mulai terjadi.

Paul Digard, seorang ahli virologi di University of Edinburgh, mengatakan bahwa menggunakan data mesin pencari dan citra satelit dari lalu lintas rumah sakit untuk mendeteksi wabah penyakit adalah ide yang menarik.
Namun, menurutnya, data itu hanya korelatif dan - seperti yang dicatat oleh para ilmuwan Harvard - tidak dapat mengidentifikasi penyebabnya.

“Data itu hanya korelatif. Tidak dapat mengindentifikasi penyebabnya,” kata Digard.

Digard mengingatkan bahwa dengan berfokus hanya pada rumah sakit di Wuhan, yang sudah dikenal sebagai pusat penyebaran, penelitian ini memaksakan korelasinya.

"Akan menarik - dan mungkin jauh lebih meyakinkan - untuk melihat analisis kontrol kota-kota China lainnya di luar wilayah Hubei," katanya.

Keith Neal seorang profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Nottingham Inggris, mengatakan penelitian Harvard mengenai lalu lintas di sekitar dan sebuah rumah sakit yang menerima pasien anak-anak yang menderita flu, tidak berarti mereka sakit karena Covid-19.

"Ini adalah karya yang menarik, tetapi saya tidak yakin itu membawa kita lebih jauh ke depan," katanya.

Sebelumnya, Harvard Medical School merilis hasil penelitiannya, bahwa virus corona kemungkinan sudah menyebar di China sejak awal Agustus 2019.  
Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan gambar satelit dari pola perjalanan rumah sakit menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, dari tempat parkir rumah sakit di Wuhan. Selain itu, tim peneliti juga mengumpulkan data untuk pertanyaan terkait gejala Covid-19 dari mesin pencari. Termasuk hal-hal seperti "batuk" dan "diare".

"Temuan ini juga menguatkan hipotesis bahwa virus muncul secara alami di China selatan dan berpotensi sudah beredar pada saat klaster Wuhan," menurut penelitian. Berdasarkan data yang dikumpulkan, penelitian menyimpulkan, terjadi peningkatan tajam dalam hunian tempat parkir rumah sakit pada Agustus 2019.

"Pada bulan Agustus, kami mengidentifikasi peningkatan unik dalam pencarian diare yang tidak terlihat pada musim flu sebelumnya atau tercermin dalam data pencarian batuk," pernyataan penelitian.  

Dr. Amesh Adalja, pakar penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security yang tidak terlibat dalam penelitian ini ikut bersuara.

"Saya tidak tahu soal berawal dari Agustus, tapi jelas ini telah menyebar selama beberapa waktu sebelum diakui dan dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Desember,” katanya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya