Berita

Aturan jarak sosial di sekolah/Net

Dunia

Siswa Kembali Ke Kelas, Inggris Luncurkan Penelitian Penyebaran Virus Corona Di Sekolah

SELASA, 09 JUNI 2020 | 09:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris meluncurkan penelitian untuk melihat prevalensi dan penyebaran virus corona baru di sekolah, baik antarsiswa, antarguru, maupun antara siswa dan guru.

Penelitian tersebut diluncurkan pada Selasa (9/6), setelah pemerintah memutuskan para siswa kembali ke kelas secara bertahap.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengungkap, penelitian tersebut bertujuan untuk membantu menginformasikan fase reintroduksi pendidikan setelah penguncian nasional yang panjang.


Penelitian tersebut akan mencari tahu seberapa luas penyebaran virus di antara anak-anak, yang biasanya menunjukkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali, dan seberapa efektif mereka menularkan penyakit.

"Studi ini akan membantu kita lebih memahami bagaimana kasus Covid-19 asimptomatik dan ringan yang umum terjadi sehingga kita dapat mendukung orang tua, murid dan guru dan staf pendukung, dengan menginformasikan tanggapan kita yang sedang berlangsung terhadap virus baru ini," papar Hancock dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters.

Siswa tingkat akhir di Inggris dijadwalkan akan kembali ke kelas mulai 15 Juni.

Nantinya, penelitian akan dilakukan secara sukarela dan dikelola oleh badan Kesehatan Publik Inggris dan akan mengumpulkan data dari sekitar 200 staf dan siswa di hingga 100 sekolah.

Para peneliti akan menggunakan kedua tes. Pertama tes swab untuk memeriksa apakah seseorang saat ini memiliki virus dan tes darah untuk memeriksa apakah orang tersebut sebelumnya memiliki virus dan mengembangkan antibodi terhadapnya.

Data juga akan dimasukkan ke dalam program pemerintah yang bertujuan untuk membantu membentuk kebijakan dan mengembangkan tes dan perawatan baru.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya