Berita

Ilustrasi uji Covid-19/Net

Kesehatan

Ahli Epidemiologi UI: Lonjakan Kasus Covid-19 Dapat Terjadi Akibat Euforia Penduduk Di Masa Transisi PSBB

SENIN, 08 JUNI 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di Provinsi DKI Jakarta memasuki hari ke empat sejak diterapkan pada tanggal 5 Juni lalu.

Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Pandu Riono mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap lonjakan kasus yang mungkin saja terjadi.

"Lonjakan kasus dapat terjadi, karena penduduk euforia, lupa bahwa ancaman masih ada sehingga tidak takut pada Covid-19," ujarnya melalui akun Twitter miliknya, Senin (8/6).


Hal tersebut Pandu sampaikan mengingat selama ini pemerintah tidak terbiasa melakukan antisipasi tindakan sebelum peristiwa itu terjadi.

Selain itu, Pandu juga meminta kepada Pemerintah agar menghapus penggunaan istilah zona wilayah berdasarkan warna.

Hal itu menurutnya adalah refleksi yang salah dalam memahami pandemik Covid-19 sebab pada kenyataannya sebaran virus corona tidak mengenal batas wilayah administrasi.

"Gunakan tingkat kewaspadaan untuk bertindak cepat dan akurat bila ada lonjakan kasus, lakukan tes, lacak dan isolasi pada kluster tersebut," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya