Berita

LIPI terus melakukan penelitian untuk mencari solusi dalam penanganan Covid-19/Repro

Kesehatan

Bisa Tingkatkan Imunitas, Jambu Biji Tengah Diteliti LIPI Untuk Bantu Penanganan Covid-19

MINGGU, 07 JUNI 2020 | 01:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Belum usainya pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia mendorong berbagai pihak terus berkontribusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono mengatakan, peneliti LIPI terus bekerja keras melakukan penelitian guna mencari solusi meredam penyebaran Covid-19 yang telah merenggut ribuan nyawa di Indonesia.

"LIPI bersama para penelitinya terus bekerja melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka mencari solusi untuk penanganan wabah Covid-19," jelas Agus melalui keterangan tertulis, Sabtu (6/6), dikutip Kantor Berita RMOLBanten.


Nah, salah satu hal penting untuk mencegah masuknya virus adalah dengan kekuatan imunitas tubuh. Untuk itu, tim peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI yang diwakili Yati Maryati mengembangkan riset buah jambu biji merah yang diproses menjadi minuman suplemen daya tahan tubuh.

"Jambu biji yang terfermentasi kultur konsorsium bakteri dan khamir kemudian diformulasi agar dapat meningkatkan imunitas tubuh," terang Yati.

Lanjutnya, fermentasi jambu biji merah ini akan meningkatkan potensi komponen bioaktifnya seperti polifenol, flavonoid, dan antioksidan.

"Serat dan asam-asam organik yang dihasilkan seperti asam laktat, asam asetat, asam malat, glukonat, glukoronat, dan asam hyaluronic yang berpotensi tinggi memperkuat sistem imun, meningkatkan energi dan mendetoksi racun," ungkapnya.

Yati berharap, apa yang dilakukannya bersama tim dalam membuat minuman meningkatkan imunitas tubuh dapat membantu mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Harapannya, minuman ini memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19," harap Yati.

Bukan hanya itu saja, LIPI juga mengembangkan alat pendeteksi virus SARS-CoV-2 menggunakan metode RT-LAMP untuk dilakukan di rumah sakit atau laboratorium dengan fasilitas lebih sederhana, dan dapat diperoleh hasilnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Terakhir, LIPI mengembangan masker kain disinfektor berbasis lapisan tembaga sebagai anti Covid-19. Masker disinfektor ini dirancang dengan metode sederhana dan biaya terjangkau, serta menggunakan bahan baku yang mudah didapat di dalam negeri. Sehingga dapat difabrikasi secara cepat dan praktis.

Secara sederhana, material aktif tembaga berperan sebagai contact killer sekaligus mereduksi ukuran pori masker kain.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya