Berita

Anggota komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya/Net

Politik

Rakyat Kesulitan Hadapi Corona, A.S. Sukawijaya: Wajar Mahasiswa Minta Relaksasi UKT

SABTU, 06 JUNI 2020 | 14:31 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menanggapi aksi mahasiswa, anggota komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya, menilai permintaan mahasiswa terkait relaksasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah wajar.

Menurutnya, permintaan mahasiswa untuk bertemu Menteri Nadiem Makarim untuk mendiskusikan relaksasi UKT sangat logis.

"Wajar jika mahasiswa minta keringanan biaya UKT. Mestinya pemerintah melek terhadap kesulitan rakyat termasuk biaya pendidikan dan seharusnya tidak perlu menunggu mahasiswa bergerak seperti ini," kata Yoyok Sukawi, Sabtu (6/6) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng.


Yoyok menilai, seharusnya pemerintah juga melihat kondisi masyarakat yang saat ini sebagian besar pekerjaannya terdampak karena pandemik virus corona baru (Covid-19).

Maka dari itu, relaksasi pembayaran biaya UKT bagi mahasiswa baik perguruan tinggi negeri maupun swasta perlu dilakukan di kondisi seperti sekarang ini.

"Setidaknya pemerintah harus punya sense of belonging di tengah pandemik seperti ini dengan meringankan biaya-biaya pendidikan, salah satunya ya UKT ini,” tegas dia.

Yoyok menerangkan, beberapa waktu kemarin, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dihadang oleh Aliansi Mahasiswa Purwakarta Bersatu (AMPB).

Mereka meminta adanya dialog antara mahasiswa dan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang relaksasi UKT.

"Selain itu, para mahasiswa juga sempat bersuara di twitter dengan maraknya hastag #MendikbudDicariMahasiswa yang isinya tentang aspirasi relaksasi UKT di tengah pandemi Covid-19," tutup Yoyok.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya