Berita

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Pemerintah Pastikan Jumlah Labotarium Cukup Kejar Target Pemeriksaan 20 Ribu Spesimen Per Hari

JUMAT, 05 JUNI 2020 | 16:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Target 20 ribu pemeriksaan spesimen per hari yang diminta Presiden Joko Widodo akan direalisasi oleh otoritas penanganan virus corona baru atau Covid-19.

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memastikan, jumlah labotarium yang telah beroperasi disejumlah wilayah bisa merealisasi target tersebut.

"Kita mengupayakan target 20 ribu sehari harus kita kejar, karena sarana untuk melaksanakan ini berupa laboratorium dan sebagainya cukup, dan sudah tersebar di banyak tempat," ujar Achmad Yurianto saat jumpa pers, di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/6).


Selain laboratorium, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini juga menyebutkan jumlah alat tes yang sudah tersedia untuk memenuhi target tersebut.

"Kami sudah mengaktifkan 66 mesin tes cepat molekuler yang berada di semua kabupaten kota di tanah air kita. Ini menjadi salah satu tulang punggung kita," ungkap Achmad Yurianto.

"Sehingga kemudian jarak antara Rumah Sakit yang membutuhkan pemeriksaan dengan laboratorium yang mampu memeriksa bisa semakin kita per pendek," sambungnya.

Oleh karena itu, Achmad Yurianto meyakini bahwa target mengejar 20 ribu pemeriksaan spesimen per hari bisa terlaksana.

"Ini akan selalu kita upayakan dengan sungguh-sungguh. Dan kami semakin memperbaiki sistem pelaporan yang dilakukan oleh seluruh laboratorium yang menyelenggarakan pemeriksaan," pungkasnya.

Hingga hari ini, pemerinah telah melakukan tes sebanyak 380.973 spesimen. Hari ini terdapat 13.333 spesimen tambahan yang sudah diperiksa.

Dari pemeriksaan itu didapatkan kasus baru tekonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 703 orang, sehingga totalnya hingga sekarang ini menjadi 29.521 orang.

Selian itu, juga ditemukan 551 orang pasien yang berhasil sembuh, sehingga totalnya hingga saat ini menjadi 9.443. Sementara pasien meninggal hari ini naik 49 orang, sehingga totalnya menjadi 1.770 orang.

Dari 420 kabupaten kota yang sekarang terdampak di 34 provinsi, dilakukan pemantauan dan pelacakan (tracing) terhadap 49.320 orang dalam pemantauan (ODP), dan pengawasan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebanyak 13.592 orang.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya