Berita

Ilustrasi Mahkamah Agung Spanyol/Net

Dunia

Polisario Semakin Terkucil, Mahkamah Agung Spanyol Larang Penggunaan Bendera Negara Boneka

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 22:43 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Mahkamah Agung Spanyol melarang pengunaan bendera, simbol, lambang, dan sebagainya yang memperlihatkan identitas Polisario di ruang publik negara Iberia itu.

Keputusan Mahkamah Agung Spanyol ini adalah pukulan berat bagi eksistensi Polisario yang selama ini merasa mendapatkan privilege di bekas penjajah Sahara itu.

Polisario awalnya merupakan kelompok perlawanan Maroko di Sahara yang didirikan pada tahun 1973 untuk memerdekakan wilayah itu dari penjajahan Spanyol untuk seterusnya bergabung dengan wilayah utara yang sudah lebih dahulu lepas dari pendudukan Prancis.


Setelah Spanyol angkat kaki dari Sahara Maroko, sebagian pendiri Polisario memilih menjadi kelompok separatis. Mereka mendapatkan perlindungan dari Aljazair yang menampung mereka di Kamp Tindouf di Aljazair.

Pada tahun 1976, Polisario mendirikan Republik Demokratik Arab Sahrawi atau Sahrawi Arab Democratic Republic (SADR) dan memulai kampanye untuk melepaskan diri dari Maroko. Kelompok ini mendapatkan dukungan penuh dari negara-negara Blok Timur ketika itu.

Dalam laporan Kantor Berita Maroko, MAP, disebutkan, keputusan pengadilan tertinggi di Spanyol itu membuat Polisario kehilangan pijakan di Spanyol.

MAP melaporkan, dalam keputusan Mahkamah Agung Spanyol disebutkan, penggunaan bendera dan simbol-simbol tidak resmi lainnya di gedung dan area publik tidak sejalan dengan konstitusi dan kerangkakerja hukum positif Spanyol, juga tidak sejalan dengan posisi Spanyol yang objektif dan netral.

Selama ini kehadiran Polisario dalam ranah politik Spanyol dipandang sebagai sebuah anomali. Tidak sedikit yang mempertanyakan “dukungan” yang diberikan Spanyol yang demokratis kepada kelompok non-demokratis seperti Polisario yang hingga kini masih menjadi satu-satunya kekuatan politik di Kamp Tindouf.

Sikap terbaru Spanyol terhadap Polisario juga diperlihatkan oleh Menteri Luar Negeri, Uni Eropa, dan Kerjasama Spanyol, Arancha González Laya. Memperingati Hari Afrika tanggal 25 Mei lalu, melalui akun Twitter @AranchaGlezLaya ia mengunggah peta Afrika yang berisi gambar bendera negara-negara anggota Uni Afrika.

Menarik, karena di dalam peta itu tidak ada gambar bendera SADR.

Bulan September lalu dalam sidang Majelis Umum PBB, Spanyol juga menolak tuntutan referandum untuk penentuan nasib sendiri di wilayah yang diklaim Polisario dan negara palsu SADR.

Sikap terbaru Spanyol inilah yang bagi banyak kalangan dinilai sebagai indikasi kuat yang memperlihatan Polisario semakin terkucil dalam pergaulan internasional.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya