Berita

Patung Mahatma Gandhi di luar kantor Kedutaan Besar India di Washington DC/Net

Dunia

Kerusuhan AS Masih Berlangsung, Patung Mahatma Gandhi Jadi Target Vandalisme

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 16:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Protes anti-rasisme yang terjadi di Amerika Serikat (AS) kerap berakhir menjadi kerusuhan. Beberapa oknum demonstran kemudian melakukan penjarahan hingga vandalisme.

Salah satu korban target vandalisme demonstran di AS adalah sebuah patung Mahatma Gandhi yang terletak di luar kantor Kedutaan Besar India, Washington DC. Patung tersebut dirusak dengan grafiti cat semprot oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga sebagai demonstran.

Saat ini, patung tersebut terpaksa ditutup oleh kain putih untuk menghindari pengrusakan lebih lanjut.


Dilaporkan Sputnik pada Kamis (4/6), setelah vandalisme terjadi terhadap patung Gandhi, Kedubes India langsung melaporkan kepada Layanan Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri AS dan Layanan Taman nasional agar Polisi Taman AS bisa meluncurkan penyelidikan.

Saat ini, polisi yang sudah memeriksa patung tersebut sedang melangsungkan penyelidikan.

Menurut Asisten Sekretaris Biro Selatan dan Pusat Deplu AS, pembersihan terhadap patung sedang dilakukan dan pihaknya mengungkapkan penyesalan.

Dutabesar AS untuk India dalam akun Twitter-nya juga telah menyampaikan penyesalan yang sama.

Gandhi merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh orang india. Ia adalah sosok yang melambangkan kampanye perlawanan tanpa kekerasan di Afrika dan India. Ia juga memperjuangkan hak-hak dan kemerdekaan orang India saat dijajah oleh bangsa Inggris.

Sementara itu, protes di AS sendiri dipicu oleh kematian pria Afrika-Amerika, George Floyd. Ia meninggal dunia ketika ditahan oleh polisi berkulit putih di Minneapolis, Minnesota.

Kematian Floyd telah membunyikan alarm anti-rasisme di seluruh penjuru AS dan berbagai negara di dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya